ANALIS MARKET (19/2/2026): Antisipasi Peningkatan Volatilitas Harga dan Yield SBN Berdenominasi Rupiah

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian fixed income BNI Sekuritas menyebutkan, Harga Surat Utang Negara (SUN) ditutup mixed pada sesi perdagangan kemarin (18/2).

Berdasarkan data PHEI, yield SUN Benchmark 5-tahun (FR0109) naik sebesar 2 bp ke level 5,69%, sementara yield SUN Benchmark 10-tahun (FR0108) naik sebesar 1 bp ke level 6,39%.

Berdasarkan data Bloomberg, yield curve SUN 10-tahun (GIDN10YR) turun sebesar 1 bp menjadi 6,39%.

Level yield curve 10-tahun masih berada di dalam weekly estimated range di kisaran 6,19%-6,44%.

Volume transaksi SBN secara outright tercatat sebesar Rp38,1 triliun kemarin, lebih tinggi dari volume transaksi di hari Jumat yang tercatat sebesar Rp24,7 triliun.

FR0108 dan FR0109 menjadi dua seri teraktif di pasar sekunder, dengan volume transaksi masing - masing sebesar Rp12,1 triliun dan Rp6,5 triliun.

Sementara itu, volume transaksi obligasi korporasi secara outright tercatat sebesar Rp4,1 triliun.

Data DJPPR menunjukkan total incoming bid pada lelang SUN kemarin mencapai Rp63,1 triliun, lebih rendah dibandingkan lelang SUN sebelumnya tanggal 3 Februari lalu yang mencapai Rp76,6 triliun.

Dari seri yang ditawarkan, Pemerintah menetapkan total amount awarded sebesar Rp40,0 triliun, di atas target indikatif Rp 33,0 triliun.

Data Bloomberg menunjukkan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS melemah sebesar 0,28%, bergerak dari level Rp16.836/US$ di hari Selasa menjadi Rp16.884/US$ kemarin.

Sementara itu, per Kamis (19/2) pagi ini, indikator global menunjukkan sentimen yang cenderung negatif bagi pasar obligasi, tercermin dari peningkatan yield US Treasury (UST).

Yield curve UST 5-tahun dan 10-tahun masing-masing meningkat sebesar 3bp dan 4bp menjadi 3,66% dan 4,09%.

Sementara itu, Credit Default Swap (CDS) 5-tahun Indonesia bertahan di level 82bp.

“Para pelaku pasar menanti hasil RDG BI yang akan diumumkan hari ini. Mempertimbangkan faktor-faktor di atas, BNI Sekuritas mengantisipasi peningkatan volatilitas harga dan yield Surat Berharga Negara (SBN) berdenominasi Rupiah. Berdasarkan valuasi yield curve, BNI Sekuritas memperkirakan bahwa obligasi berikut akan menarik bagi para investor: FR0100, FR0103, FR0108, FR0098, FR0106,” beber Head of Fixed Income Research BNI Sekuritas, Amir Dalimunthe dalam riset Kamis (19/2).