ANALIS MARKET (18/2/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Bergerak Mixed
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan lalu (13/02), IHSG ditutup melemah -53,08 poin (-0,64%) ke level 8.212,27.
Pelemahan IHSG tidak lepas dari tertekannya saham-saham berkapitalisasi besar, seperti BBCA (-1,72%), TLKM (-3,09%), BREN (-2,44%), AMMN (-2,89%), & ASII (-1,85%).
Kemudian, investor asing masih tercatat melakukan jual bersih sebesar Rp2,20 triliun menjelang libur panjang.
Dari sisi ekonomi, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan realisasi belanja negara akan mencapai Rp809 triliun pada Q1-2026 (+30,4% YoY), sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dikisaran +5,5%- 6% YoY akibat percepatan pengeluaran pemerintah, investasi domestik, dan peningkatan konsumsi rumah tangga di tengah perayaan liburan.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup menguat, seperti DJIA (+0,07%), S&P 500 (+0,10%), & Nasdaq (+0,14%). Investor terus mengurangi eksposur terhadap saham perangkat lunak yang mahal, dengan Salesforce turun 2,9%, Intuit turun 5,1%, dan Oracle turun 3,8%.
Sektor semikonduktor menunjukkan perbedaan intra sektor karena AMD turun 2,1%, sedangkan Nvidia naik 1,2%, mencerminkan posisi selektif di antara para pemimpin AI.
Disisi lain, sektor keuangan berkinerja lebih baik, dengan JPMorgan naik 1,5% dan Citigroup naik 2,7%, setelah Gubernur Fed Michael Barr mengisyaratkan bahwa suku bunga mungkin perlu tetap ketat untuk beberapa waktu, yang meningkatkan ekspektasi margin bunga bersih.
Pasar sekarang fokus pada risalah Fed dan data PCE inti hari Jumat untuk konfirmasi bahwa disinflasi bersifat berkelanjutan.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung bergerak mixed sembari mencermati berbagai katalis regional. Investor hari ini akan mencermati rilis data Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (Des-25),” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Rabu (18/2).

