ANALIS MARKET (13/2/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Bergerak Mixed
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (12/02), IHSG ditutup melemah -25,61 poin (-0,31%) ke level 8.265,35.
IHSG mengalami pelemahan setelah menguat tiga hari secara beruntun didorong aksi profit taking investor dan depresiasi nilai tukar rupiah.
Dari eksternal, investor saat ini memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga tetap pada bulan Maret, dengan kemungkinan pemotongan suku bunga pada bulan Juni dan mungkin juga pada bulan September.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah, seperti DJIA (- 1,34%), S&P 500 (-1,57%), & Nasdaq (-2,04%).
Kenaikan awal di awal sesi langsung sirna karena tekanan berkelanjutan dari sektor teknologi, terutama perusahaan yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI), yang mulai memicu kekhawatiran terhadap efektivitas pengeluaran besar-besaran untuk infrastruktur komputasi dan potensi gangguan akibat otomatisasi terhadap model bisnis lama.
Sektor perbankan juga tertekan, terutama karena kritik terhadap suku bunga kartu kredit.
Di sisi lain, saham defensif tampil lebih kuat: Walmart (+3,8%), McDonald’s (+2,7%) setelah hasil keuangan yang lebih baik dari perkiraan, dan Micron unggul berkat progres positif dalam produksi chip HBM4.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung bergerak mixed sembari mencermati berbagai katalis regional,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Jumat (13/2).

