Wall Street “Mixed”, Bursa Eropa Alami Tekanan

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street berakhir mixed pada Selasa (10/2/2026) dengan indeks S&P 500 dan komposit Nasdaq di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, melemah.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 52,27 poin, atau sekitar 0,1 persen, mencapai rekor 50.188,14. Indeks S&P 500 turun 23,01 poin, atau sekitar 0,33 persen, menjadi 6.941,81. Indeks komposit Nasdaq melemah 136,2 poin, atau sekitar 0,59 persen, menjadi 23.102,47.

Data ekonomi terbaru menunjukkan penjualan ritel AS secara tak terduga melambat pada Desember seiring turunnya pembelian mobil dan barang-barang mahal lainnya. Indeks penjualan berakhir datar, tak sesuai dengan estimasi peningkatan 0,4 persen.

Indeks layanan komunikasi S&P 500 melemah setelah saham Alphabet yang merupakan perusahaan induk Google turun 1,8 persen usai menjual obligasi senilai US$20 miliar.

Indeks Dow Jones menguat setelah saham Walt Disney dan Home Depot melonjak sekitar 2 persen. Saham Coca-Cola merosot 1,5 persen usai mencatatkan pendapatan kuartal empat yang lebih rendah dari estimasi.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman April 2026 naik 1 persen menjadi US$5.031 per ons. Indeks dolar AS turun 0,1 persen.

Bursa saham Eropa berada dalam tekanan pada Selasa, dengan indeks STOXX 600 Eropa berakhir datar, setelah penguatan saham sektor barang mewah tertutupi pelemahan saham sektor energi.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 32,39 poin, atau sekitar 0,31 persen, menjadi 10.353,84. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melemah 27,02 poin, atau sekitar 0,11 persen, menjadi 24.987,85.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, merosot 73 poin, atau sekitar 0,4 persen, menjadi 18.122,1. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, menguat 4,6 poin, atau sekitar 0,1 persen, menjadi 8.327,88.

Nilai tukar poundsterling melemah 0,2 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3669 dolar AS per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound melemah 0,26 persen menjadi 1,1469 euro per pound.