Penumpang WNA di Daop 6 Yogyakarta Meningkat 7,8 Persen pada Januari-September
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id - PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta melaporkan jumlah pengguna layanan transportasi kereta api oleh Warga Negara Asing (WNA) di wilayahnya alami peningkatan.
Angkanya mencapai 264.335 orang atau sebesar 7,8 persen pada periode Januari hingga September 2026, meningkat jika dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang mencapai 245.229 orang.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih di Yogyakarta, Rabu (7/10), mengatakan peningkatan jumlah penumpang WNA ini menunjukkan tingginya mobilitas wisatawan mancanegara yang memanfaatkan transportasi kereta api.
“Stasiun Yogyakarta menjadi salah satu pintu masuk penting untuk menjangkau berbagai destinasi wisata," ujarnya, mengutip Antara.
Feni mengatakan rincian jumlah penumpang WNA yang berangkat dari wilayah Daop 6 mencapai 135.897 orang atau naik 6,5 persen dari periode sebelumnya sebanyak 127.561 orang. Sementara itu, jumlah kedatangan WNA tercatat sebanyak 128.438 penumpang, meningkat 9,1 persen dibandingkan periode tahun lalu yang berjumlah 117.668 orang.
Enam stasiun di wilayah Daop 6 dengan jumlah keberangkatan WNA terbanyak pada Januari–September 2026 meliputi Stasiun Yogyakarta sebanyak 108.210 penumpang, Stasiun Solo Balapan sebanyak 11.548 penumpang.
Selanjutnya, Stasiun Lempuyangan sebanyak 11.002 penumpang, Stasiun Wates sebanyak 1.368 penumpang, Stasiun Purwosari sebanyak 1.064 penumpang dan Stasiun Klaten sebanyak 1.017 penumpang.
Sementara untuk stasiun dengan jumlah kedatangan WNA terbanyak yakni Stasiun Yogyakarta sebanyak 101.476 penumpang, Stasiun Solo Balapan sebanyak 10.938 penumpang.
Kemudian, Stasiun Lempuyangan sebanyak 10.834 penumpang, Stasiun Wates sebanyak 1.526 penumpang dan Stasiun Klaten sebanyak 967 penumpang, serta Stasiun Purwosari sebanyak 966 penumpang.
Feni menjelaskan peningkatan daya tarik ini didukung oleh modernisasi sarana dan peningkatan fasilitas layanan berbahasa Inggris, papan informasi digital, hingga kemudahan pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI.
"Kami optimistis konektivitas moda transportasi kereta api memberikan 'multiplier effect' bagi ekosistem pariwisata daerah, meliputi sektor akomodasi, kuliner, hingga pelaku UMKM di sekitar kawasan stasiun wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah," katanya.




