Bank Indonesia Siapkan Penerbitan Sukuk USD110 Juta dan Rp6,14 Triliun
Oleh: Issa

foto: dok. Bank Indonesia
Pasardana.id - Indonesia (BI) tercatat akan menerbitkan sejumlah Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI) dalam denominasi dolar Amerika Serikat dengan total nilai nominal mencapai US$110 juta. Penerbitan tersebut dijadwalkan didistribusikan pada 9 Oktober 2026.
Rencana penerbitan tersebut tercantum dalam pengumuman PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Rabu (7/10/2026) mengenai penerbitan kode International Securities Identification Number (ISIN) untuk sejumlah efek yang diterbitkan Bank Indonesia.
Berdasarkan data KSEI, terdapat tiga seri Sukuk Valas Bank Indonesia yang akan diterbitkan. Seri pertama memiliki kode efek SUVB0109112026 dengan nilai nominal US$90 juta dan tanggal jatuh tempo 9 November 2026.
Selanjutnya, BI akan menerbitkan seri SUVB0311012027 dengan nilai nominal US$12 juta. Seri ini dijadwalkan jatuh tempo pada 11 Januari 2027.
Adapun seri ketiga berkode SUVB0609042027, dengan nilai nominal US$8 juta dan tanggal jatuh tempo 9 April 2027.
Dengan demikian, total nilai nominal tiga seri Sukuk Valas BI tersebut mencapai US$110 juta.
Ketiga instrumen tersebut memiliki bentuk elektronik, menggunakan dolar AS sebagai mata uang, serta memiliki jenis bunga floating/variable. Kode sindikasi untuk ketiga penerbitan tersebut tercatat sebagai domestic.
Selain Sukuk Valas, data KSEI juga mencatat penerbitan Sukuk Bank Indonesia (SUKBI) dalam denominasi rupiah. Efek dengan kode SUKBI141026007MSYNR5C75 tersebut memiliki nilai nominal Rp6,145 triliun dan didistribusikan pada 7 Oktober 2026.
SUKBI tersebut memiliki tanggal jatuh tempo 14 Oktober 2026 dan juga menggunakan jenis bunga floating/variable serta berbentuk elektronik.
Penerbitan instrumen tersebut menambah daftar surat berharga yang digunakan Bank Indonesia dalam pelaksanaan operasi moneter dan pengelolaan likuiditas di pasar keuangan.




