Wall Street Melemah Dipicu Anjloknya Saham Teknologi
Oleh: Rezy

foto: istimewa
Pasardana.id - Wall Street melemah pada Kamis (22/10/2026) dipicu anjloknya saham sektor teknologi.
Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, turun 106,39 poin, atau sekitar 0,2 persen, menjadi 52.749,7. Indeks S&P 500 merosot 109,43 poin, atau sekitar 1,41 persen, menjadi 7.647,74. Indeks komposit Nasdaq anjlok 712,85 poin, atau sekitar 2,68 persen, menjadi 25.988,1.
Saham Meta Platforms terjun 7,5 persen setelah mencatatkan arus kas keluar pertama dalam 10 tahun terakhir akibat belanja terkait AI dan mengumumkan rencana untuk menerbitkan saham tanpa hak suara melalui pemecahan saham dengan rasio dua banding satu, guna menggalang modal yang akan digunakan untuk teknologi yang masih dalam tahap awal pengembangan tersebut.
Saham Tesla merosot 2,1 persen meski perusahaan manufaktur mobil elektrik tersebut mencatatkan aliran kas bebas positif pada kuartal terakhir dan memangkas belanja modal 2026.
Saham Western Digital, Intel, AMD, SanDisk, dan Marvell turun sekitar 7 persen di tengah aksi jual yang melanda sektor semikonduktor secara luas.
Indeks Philadelphia SE Semiconductor terjun 6,3 persen, penurunan harian tertajam sejak 23 Juni lalu.
Saham Procter & Gamble melambung 6 persen usai mencatatkan kinerja yang melampaui estimasi para analis, sehingga memberikan sentimen positif bagi sektor barang kebutuhan pokok.
Saham perusahaan manajemen aset Blackstone melonjak 6,6 persen setelah menyatakan bahwa pelebaran selisih imbal hasil pada utang yang terkait dengan kecerdasan buatan dapat menjadi peluang untuk mengamankan imbal hasil yang lebih tinggi.
Saham Lockheed Martin menguat 6,1 persen setelah meningkatkan proyeksi penjualan serta laba tahunan.
Saham Spotify meroket 10,7 persen usai perusahaan layanan streaming itu memproyeksikan laba kuartal keempat di atas estimasi, dengan mengandalkan fitur-fitur berbasis AI untuk mendorong pertumbuhan jumlah pengguna.
Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun dipicu peningkatan harga minyak dunia yang mencuatkan kekhawatiran inflasi. Harga emas untuk pengiriman Desember 2026 turun 2,2 persen menjadi US$4.060,4 per ons.
Penurunan harga emas berjangka terbatasi pelemahan nilai tukar dolar AS, dengan indeks dolar AS turun 0,1 persen. Bursa saham Eropa melemah pada Kamis, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 1 persen, dipicu anjloknya saham sektor perbankan.
Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 27,85 poin, atau sekitar 0,26 persen, menjadi 10.725,03. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, merosot 273,29 poin, atau sekitar 1,07 persen, menjadi 25.371,75.
Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, anjlok 410 poin, atau sekitar 2,12 persen, menjadi 18.913,5. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, melemah 110,42 poin, atau sekitar 1,39 persen, menjadi 7.811,26.
Nilai tukar poundsterling menguat 0,1 persen terhadap dolar AS menjadi 1,34 dolar AS per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran1,1943 euro per pound.





