Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas

ANALIS MARKET (23/10/2026): IHSG Coba Tes Resistance di 5400-5450

Oleh: Ria

23 Oktober 2026, 07:39
ANALIS MARKET (23/10/2026): IHSG Coba Tes Resistance di 5400-5450

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Wall Street tertekan, dipicu oleh serangkaian laporan laba perusahaan besar yang membangkitkan kekhawatiran baru terkait perlombaan belanja di sektor AI. Kamis (22/10), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik tipis 0,02%; S&P 500 melemah 1,21%; dan Nasdaq Composite anjlok 2,60%. Saham Meta Platforms turun 7,0%, meskipun laporan labanya melampaui consensus, serta perseroan mencatat cash outflow akibat pengeluaran terkait AI. Perusahaan juga mengumumkan rencana untuk menerbitkan saham tanpa hak suara melalui stock split dengan rasio 2:1, guna menggalang modal untuk investasi. Saham Tesla turun 3,1%, meskipun perseroan mencatatkan free cash flow positif pada kuartal ini dan memangkas rencana belanja modal untuk tahun 2026. Di sisi geopolitik, kelompok Houthi yang didukung Iran melancarkan serangan baru terhadap target-target di Arab Saudi, yang memicu lonjakan harga minyak mentah ke level tertinggi. Para investor khawatir bahwa konflik yang terus berlanjut di Timur Tengah dapat menjaga inflasi tetap tinggi dan memaksa The Fed untuk terus menaikkan suku bunga. Sementara itu, data dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan bahwa jumlah klaim awal untuk tunjangan pengangguran tetap berada di dekat level terendah. Procter & Gamble memperingatkan bahwa tekanan kenaikan biaya akan semakin menekan laba, namun perusahaan tersebut tetap berhasil melampaui konsensus, sehingga saham naik 5,6%. Saham Blackstone menguat 8,4% setelah perusahaan menyatakan bahwa pelebaran credit spread pada utang terkait AI dapat menjadi peluang untuk mengamankan yield lebih tinggi. Saham Lockheed Martin naik 7,0% setelah perseroan menaikkan proyeksi penjualan serta laba tahunannya.

Di sisi lain, Bursa Asia kompak melemah pada perdagangan Kamis (22/10), di tengah upaya investor mencermati optimisme laporan keuangan emiten teknologi dengan kekhawatiran terhadap belanja AI dan meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Teluk. Di Jepang, indeks Nikkei 225 dan Topix melemah masing-masing sebesar 2,65% dan 1,14%. Di Korea Selatan, indeks KOSPI dan KOSDAQ memimpin penurunan, terkoreksi sebesar 3,5% dan 3,6%. Sejalan, Hang Seng Hong Kong turun 3,03%; TAIEX Taiwan melemah 1,8%; dan ASX 200 berkurang 0,43%. Sementara, FTSE Straits Times turun 0,42%; dan FTSE Malay KLCI naik 0,37%. Di sisi lain, kenaikan harga minyak terjadi setelah AS memerintahkan diplomatnya meninggalkan Arab Saudi di tengah serangan kelompok Houthi. The New York Times juga melaporkan bahwa militer AS dan Israel telah menyusun rencana spesifik untuk kembali menyerang Iran setelah pemilihan paruh waktu AS pada 3 November. Ketegangan geopolitik tersebut menambah risiko terhadap pasokan energi dan memperkuat kekhawatiran investor mengenai potensi tekanan inflasi. Sementara itu, IHSG kemarin (22/10) ditutup naik 1.12%, tapi masih disertai dengan net sell asing sebesar Rp1.47 Triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, TLKM, BBRI, BRIS dan ASII.

“IHSG akan tes resistance di 5400-5450, dan jika gagal break resist tersebut, potensi kembali koreksi. Diperkirakan Support IHSG: 5250-5300 dan Resist IHSG: 5400-5450,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Jumat (23/10).

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: MEDC, MDKA, PACK, PTRO, INDY, dan HMSP.

Berikut ini trading plan-nya:

MEDC Buy if Break 1450, dengan target dekat di 1510-1520. Cutloss di bawah 1425.

MDKA Spec Buy dengan area beli di 2230-2240, cutloss di bawah 2200. Target dekat di 2290-2320.

PACK Buy if Break 372, dengan target dekat di 394-420. Cutloss di bawah 352.

PTRO Spec Buy dengan area beli di 3070, cutloss di bawah 3020. Target dekat di 3120-3150.

INDY Spec Buy dengan area beli di 2120-2160, cutloss di bawah 2100. Target dekat di 2200-2350.

HMSP Spec Buy dengan area beli di 645-655, cutloss di bawah 645. Target dekat di 670-685.

Disclaimer on

Berita Terkini

See More