Zurich dan UNICEF Gaungkan Kampanye Global, Sasar 150 Juta Anak Muda untuk Kesehatan Mental
Oleh: Corri

Foto : istimewa
Pasardana.id – Zurich dan Z Zurich Foundation bersama UNICEF melalui Global Youth Mental Health Coalition meluncurkan kampanye global Turn Down the Noise untuk meningkatkan kesadaran kesehatan mental generasi muda dan mendorong terciptanya hubungan sosial yang positif.
Kampanye ini mengajak anak muda mengenali inner noise atau kebisingan dalam diri yang dipengaruhi kesepian, tekanan sosial, kekerasan, pelecehan, penggunaan media sosial, serta penilaian orang lain.
Mereka didorong membangun hubungan bermakna, berani mengungkapkan perasaan, dan mencari dukungan yang tepat.
Melalui platform interaktif TurnDownTheNoise.global, kampanye ini menekankan bahwa hubungan positif dapat dimulai dari percakapan sederhana. Namun, dukungan teman sebaya tidak menggantikan bantuan profesional.
Anak muda yang merasa kewalahan atau tidak aman dianjurkan berbicara dengan orang dewasa tepercaya serta mengakses layanan kesehatan mental dan perlindungan anak yang kompeten.
Kampanye ini diinisiasi Global Coalition for Youth Mental Health, dengan Zurich dan Z Zurich Foundation sebagai anggota pendiri.
Koalisi tersebut merupakan bagian dari kemitraan Thriving Together antara Z Zurich Foundation dan UNICEF yang diluncurkan pada 2021.
Melalui kolaborasi para anggotanya, koalisi menargetkan menjangkau 150 juta anak dan kaum muda di 150 negara hingga 2030 melalui berbagai inisiatif kesehatan mental dan kesejahteraan generasi muda.
Di Indonesia, Thriving Together dijalankan UNICEF Indonesia bersama Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), dengan dukungan Zurich dan Z Zurich Foundation.
Program ini berfokus pada penguatan kesehatan mental dan kesejahteraan psikososial remaja dengan melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
UNICEF dan BKKBN juga mendukung peningkatan kapasitas Forum Generasi Berencana (GenRe) di 34 provinsi untuk membekali remaja, orang tua, guru, dan pengasuh dengan pengetahuan serta keterampilan dalam mencegah kekerasan, mendukung kesehatan mental, memperkuat resiliensi, dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang remaja.
Pada fase pertama, periode 2021–2024, program ini menjangkau 318.048 individu di seluruh Indonesia dan memberikan dampak positif bagi kesehatan mental serta kesejahteraan masyarakat.
Memasuki fase kedua pada September 2024 hingga Desember 2027, program tersebut berfokus memperluas implementasi dan mengintegrasikan pendekatannya ke dalam berbagai program pemerintah, termasuk inisiatif pembangunan keluarga yang menyasar remaja dan orang tua.
Hingga kini, program telah menjangkau 34 provinsi.
Dalam siaran pers, Kamis (22/10), Head of the Z Zurich Foundation, Gregory Renand mengatakan, tantangan kesehatan mental generasi muda tidak dapat ditangani satu organisasi saja.
“Melalui kemitraan kami dengan UNICEF dan Global Youth Mental Health Coalition, Turn Down the Noise menunjukkan kekuatan aksi kolektif dengan menggabungkan jangkauan para mitra global dan pengalaman nyata kaum muda untuk mendorong terciptanya koneksi sosial yang sangat penting bagi kesehatan mental dan kesejahteraan,” ujarnya.
Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk, Tini Nurianto, mengatakan kesehatan mental merupakan fondasi penting bagi generasi muda untuk berkembang dan mencapai potensi terbaiknya.
Menurut dia, dukungan lingkungan diperlukan untuk menciptakan ruang aman bagi remaja, memperkuat peran keluarga, sekolah, dan komunitas, serta membantu mengenali tantangan kesehatan mental, mengurangi stigma, dan mendorong keberanian mencari bantuan.
Komitmen tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari upaya jangka panjang Zurich dalam mendukung kesehatan mental generasi muda dan membangun komunitas yang tangguh.
Sementara itu, Kepala Perlindungan Anak UNICEF Indonesia, Muhammad Rafiq Khan menegaskan, kesehatan mental remaja tidak hanya dipengaruhi resiliensi individu, tetapi juga lingkungan tempat mereka tumbuh dan membangun hubungan.
Keluarga, sekolah, masyarakat, dan platform digital memiliki peran penting dalam melindungi anak dari kekerasan, mendorong hubungan positif, serta memastikan mereka merasa aman, dihargai, didengar, dan didukung.
UNICEF bersama Pemerintah Indonesia dan para mitra terus memperkuat sistem dukungan, mendorong lingkungan digital yang lebih aman, meningkatkan literasi kesehatan mental, serta memperluas akses remaja terhadap layanan yang sesuai.
Kemitraan dengan Zurich dan Z Zurich Foundation turut mendukung upaya tersebut agar setiap anak dapat berkembang dan mencapai potensi terbaiknya.
Melalui Turn Down the Noise dan Thriving Together, Zurich dan Z Zurich Foundation mengajak generasi muda mengambil langkah pertama untuk membangun koneksi sosial, mulai dari menghubungi teman, mengungkapkan perasaan, mendengarkan tanpa menghakimi, hingga mencari bantuan dari orang tepercaya.
Menjelang 35 tahun kehadirannya di Indonesia, Zurich menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Bagi masyarakat yang mengalami atau mengetahui kekerasan terhadap anak maupun membutuhkan bantuan perlindungan anak, layanan resmi SAPA 129 yang dikelola KemenPPPA dapat diakses melalui telepon 129 atau WhatsApp 08111-129-129 untuk memperoleh informasi, pendampingan, dan rujukan ke layanan yang sesuai.




