ANALIS MARKET (06/1/2025): IHSG Diperkirakan Cenderung Bergerak di Zona Hijau
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (05/01), IHSG ditutup menguat +111,06 poin (+1,27%) ke level 8.859,19.
Penguatan IHSG didorong saham-saham berkapitalisasi besar, seperti BYAN (+6,73%), BRMS (+8,05%), TLKM (+3,17%), BUMI (+10,48%), AMMN (+2,94%), & BBCA (+0,62%).
IHSG telah berhasil menguat dua hari beruntun disepanjang tahun 2026, yang menandakan adanya optimisme terkait adanya fenomena January Effect.
Dari data ekonomi domestik, BPS mencatat bahwa inflasi indeks harga konsumen (IHK) di Indonesia mencapai 2,92% YoY pada Desember 2025 (vs. November 2025: inflasi 2,72% YoY), tertinggi sejak April 2024.
Dari eksternal, operasi militer AS di Venezuela pada akhir pekan yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro memicu kekhawatiran geopolitik baru, meskipun dampaknya terhadap pasar sejauh ini masih terbatas.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup menguat, seperti DJIA (+1,23%), S&P 500 (+0,64%), & Nasdaq (+0,69%).
Penguatan tersebut didorong oleh sektor energi dan keuangan, seiring investor menanggapi penangkapan pemimpin Venezuela oleh AS sebagai perkembangan yang dapat membuka peluang investasi di sektor minyak negara tersebut, bukan sebagai eskalasi langsung sebagai risiko geopolitik.
Chevron (+5,3%) dianggap sebagai pemain utama yang berpotensi mendapat manfaat terbesar karena sudah memiliki kehadiran signifikan di Venezuela, sehingga sahamnya melonjak tajam, sedangkan perusahaan pengolahan minyak (refiner) juga naik karena prospek pasokan minyak mentah dan asam yang lebih besar.
Di sisi lain, perusahaan keuangan seperti JPMorgan (+2,6%), Citi (+3,9%), dan NY Mellon (+3,4%) juga tampil unggul dalam sesi yang kuat bagi sektor perbankan.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung bergerak di zona hijau, walaupun ruang terjadinya take profit terbuka cukup lebar pasca berhasil membentuk all time high (ath),” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Selasa (06/1).

