ANALIS MARKET (05/1/2025): IHSG Diperkirakan Cenderung Bergerak Mixed

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan lalu (02/01), IHSG ditutup menguat +101,19 poin (+1,17%) ke level 8.748,13.

Penguatan IHSG didorong kenaikan saham-saham berkapitalisasi besar, seperti DCII (+10%), BUMI (+14,75%), BRMS (+7,27%), AMMN (+5,84%), & BYAN (+4,14%).

Investor nampak cukup optimis menyambut adanya January Effect.

Dari sisi pemerintah, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada Rabu (31/12) bahwa pemerintah akan mengalihkan dana penempatan di himpunan bank milik negara (Himbara) sebesar Rp75 T untuk transfer daerah dan pengeluaran pemerintah.

Kemudian, dari sisi komiditas Nickel berhasil menguat cukup signifikan pasca pemerintah memangkas produksi untuk tahun 2026 untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan nikel di pasar global.

Sebulan terakhir, Nickel sudah naik +12,67%.

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup variatif, seperti DJIA (+0,66%), S&P 500 (+0,19%), & Nasdaq (-0,03%).

Saham AS mengakhiri sesi perdagangan pertama tahun 2026 dengan kebanyakan indeks bergerak naik, meskipun dengan volatilitas yang cukup tinggi.

Kenaikan ini muncul dari ketidakpastian pasar tentang apakah perusahaan-perusahaan teknologi, khususnya di bidang perangkat lunak kecerdasan buatan (AI). Nvidia (+2%), Micron (+10%), & Intel (+7%).

Secara keseluruhan, pasar terus optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi AS yang kuat tahun ini, serta perkiraan penurunan suku bunga oleh The Fed (Bank Sentral AS), yang akan mendorong likuiditas dan investasi di sektor yang lebih berisiko.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung bergerak mixed. Investor hari ini akan mencermati rilis data Inflasi (Des-25) dan Neraca Perdagangan Indonesia (Des-25),” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Senin (05/1).