Mentan Amran Kirim 24 Truk Bantuan Buat Korban Longsor di Cisarua

Foto : istimewa

Pasardana.id – Sebanyak 24 truk mengangkut bantuan dikirim untuk membantu korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (28/1).

Puluhan truk tersebut merupakan bantuan dari Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama koleganya di Kementerian Pertanian dan anggota Komisi IV DPR RI.

“Kami turun langsung memberi bantuan, ada 24 truk, bantuan siap saji, tetapi ada juga beras dan seterusnya,” kata Amran sebagaimana dikutip dari keterangan resminya.

Rencananya, Kementan hendak mengirimkan 100 truk bantuan untuk korban terdampak longsor.

Namun, karena keterbatasan lokasi yang ada, bantuan hanya terkirim 24 truk.

“Rencana awal kami siapkan 100 truk bantuan. Namun, karena keterbatasan lokasi, kami kirim 24 truk bantuan,” ujar Amran.

Bantuan itu terdiri dari makanan siap saji, beras, mie instan, biskuit, air mineral, susu UHT, dan kebutuhan pokok lain yang dikumpulkan dari pegawai Kementerian Pertanian dan mitra pengusaha swasta terkait pertanian.

Di luar bantuan logistik itu, sejumlah pihak juga turut bahu mebahu mengumpulkan dana hingga terkumpul Rp 1,17 miliar guna membantu korban.

Lebih lanjut, Amran mengungkapkan pemerintah pusat berupaya memberikan solusi permanen terkait sumber penghidupan warga setempat.

Pihaknya juga mendorong agar lahan tanaman hortikultura pada wilayah dengan kemiringan tinggi diganti menjadi tanaman perkebunan.

Gagasan ini telah disampaikan dengan kepala daerah setempat demi nasib masyarakat terdampak dalam waktu kedepan.

“Nah daerah-daerah yang landai kita tanami hortikultura, jadi kita bagi. Kalau tanaman tahunan, itu akarnya bisa dalam sehingga mencegah erosi dan longsor,” tukas Menteri Amran.

Sebagai informasi, bencana longsor di CIsarua yang menerjang tiga sebagian kawasan tiga kampung di Desa Pasirlangu yakni, Kampung Pasirkuning, Pasirkuda, dan Babakan Cibudah, mengakibatkan sekitar 50 orang meninggal dan 80 lainnya masih hilang karena diduga tertimbun.

Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 156 kepala keluarga (KK) terdampak dengan jumlah pengungsi mencapai 564 orang.

Saat ini, mereka berlindung di kantong-kantong pengungsian yang disediakan pemerintah.