ANALIS MARKET (27/1/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Mixed

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (26/01), IHSG ditutup menguat +24,32 poin (+0,27%) ke level 8.975,33.

Penguatan IHSG didorong oleh kenaikan saham-saham berkapitalisasi besar, seperti DSSA (+5,84%), AMMN (+9,03%), EMAS (+18,22%), ANTM (+10,96%), TLKM (+2,12%), & BRMS (+2,40%).

Dari sisi komoditas, harga emas di pasar spot sempat naik sekitar +2,5% ke level all– time high di kisaran level US$5.111/oz pada perdagangan intraday hari Senin (26/1), sebelum melandai ke level US$5.080/oz.

Penguatan harga emas didorong kekhawatiran investor terhadap kebijakan kontroversial Presiden Donald Trump belakangan ini, termasuk ancaman terhadap independensi The Fed, wacana pencaplokan Greenland, dan intervensi militer di Venezuela.

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup menguat, seperti DJIA (+0,64%), S&P 500 (+0,50%), & Nasdaq (+0,43%).

Kenaikan dipimpin oleh sektor teknologi dan layanan komunikasi, dengan Apple naik +3%, Meta +2,1%, dan Microsoft +0,9% menjelang rilis data keuangan minggu ini.

Perhatian beralih ke keputusan Federal Reserve pada hari Rabu, di tengah spekulasi bahwa Presiden Trump bisa menunjuk pejabat baru sebagai Ketua The Fed hanya dalam waktu beberapa hari ini, sekaligus muncul kembali ancaman pemotongan dana setelah partai Demokrat mengancam akan menghalangi rancangan undang-undang pembiayaan sebesar US$1,2 triliun yang mencakup anggaran untuk Departemen Keamanan Nasional.

Ketidakpastian perdagangan masih menghantui pasar setelah Trump menegaskan kembali ancaman tarif 100% terhadap impor dari Kanada yang terkait dengan kesepakatan dengan Tiongkok, meskipun Ottawa menilai risikonya tetap rendah.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung mixed merespon berbagai katalis regional,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Selasa (27/1).