ANALIS MARKET (20/1/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Mixed

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (19/01), IHSG ditutup menguat +58,47 poin (+0,64%) ke level 9.133,87.

Penguatan tersebut membuat IHSG berhasil menguat empat hari secara beruntun didorong arus dana asing yang konsisten mencatatkan net buy ke pasar saham domestik.

Kemudian, Fitch Ratings memperkirakan kontribusi dividen BUMN ke Danantara akan meningkat +63% YoY pada 2026 menjadi Rp140 triliun.

Dari eksternal, Biro statistik nasional China mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi China melandai ke level +4,5% YoY pada 4Q25 (vs. 3Q25: +4,8% YoY), menandai pertumbuhan secara tahunan yang terlemah sejak 4Q22 meski sedikit di atas ekspektasi konsensus di level +4,4% YoY.

Sementara itu, Wall Street tadi malam libur bursa.

Sedangkan bursa Eropa kompak melemah, seperti CAC 40 (-1,78%), FTSE (-0,39%), & DAX (-1,34%).

Pelemahan tersebut karena Presiden AS mengumumkan tarif sebesar 10% pada akhir bulan ini untuk Jerman, Inggris, Prancis, Swedia, Norwegia, Belanda, Finlandia, dan Denmark jika mereka terus menentang penjualan Greenland ke AS.

Tarif tersebut akan diperluas menjadi 25% pada bulan Juni.

Sebagai tanggapan, Uni Eropa sedang berdiskusi mengenai potensi pengenaan tarif hingga senilai €93 miliar untuk barang-barang AS.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung mixed seiring sentimen yang beragam dari pasar regional,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Selasa (20/1).