Wall Street Menguat, Indeks Komposit Nasdaq Rekor

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street menguat pada Senin (14/7/2025) dengan indeks komposit Nasdaq di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, berakhir dengan angka rekor baru.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 88,14 poin, atau sekitar 0,4 persen, menjadi 44.459,65. Indeks S&P 500 meningkat 8,81 poin, atau sekitar 0,14 persen, menjadi 6.268,56. Indeks komposit Nasdaq menguat 54,8 poin, atau sekitar 0,27 persen, menjadi 20.640,33.

Para investor menepikan ancaman tarif Presiden AS Donald Trump dan lebih fokus terhadap dirilisnya data ekonomi dan perolehan laba kuartalan para emiten.

Trump meningkatkan tensi perdagangan dengan ancaman pengenaan tarif 30 persen terhadap produk-produk yang diimpor dari Uni Eropa dan Meksiko pada 1 Agustus mndatang. Uni Eropa menangguhkan kebijakan balasan sampai awal Agustus, mempertahankan harapan akan terjadinya negosiasi.

Dari 11 sektor utama indeks S&P 500, indeks sektor energi mengalami penurunan tertajam 1,2 persen. Saham Chevron dan Exxon Mobil masing-masing merosot 2,34 persen dan 1,28 persen.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun dipicu penguatan nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Agustus 2025 turun 0,1 persen menjadi US$3.359,1 per ons. Indeks dolar AS naik 0,06 persen menjadi 98,14.

Bursa saham Eropa melemah pada Senin, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 0,1 persen, dipicu merosotnya saham sektor otomotif akibat ancaman tarif Trump.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 56,94 poin, atau sekitar 0,64 persen, menjadi 8.998,06. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melemah 94,67 poin, atau sekitar 0,39 persen, menjadi 24.160,64.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, meningkat 26,8 poin, atau sekitar 0,19 persn, menjadi 14.036. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, turun 21,12 poin, atau sekitar 0,27 persen, menjadi 7.808,17.

Nilai tukar poundsterling melemah 0,1 persen terhadap dolar AS menjadi 1,3475 dolar AS per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound melemah 0,3 persen menjadi 1,1505 euro per pound.