See More

03 Juni 2026, 21:58

03 Juni 2026, 21:33

03 Juni 2026, 21:11

03 Juni 2026, 20:09

03 Juni 2026, 19:38
03 Juni 2026, 17:29
IHSG|analisa market|Kiwoom Sekuritas
Oleh: Ivan

Ilustrasi
Pasardana.id - Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, Wall Street ditutup lebih tinggi pada hari Selasa (24/6/25), didorong oleh euforia pasar atas gencatan senjata yang dicapai antara Iran dan Israel, serta pernyataan dovish dari Ketua Federal Reserve, Jerome Powell.
Dow Jones Industrial Average naik 507,24 poin atau 1,19% menjadi 43.089,02, S&P 500 naik 1,11% mendekati rekor penutupan 19 Februari; sementara Nasdaq Composite melonjak 1,43%.
Nasdaq 100 membukukan rekor penutupan tertingginya, dengan sektor Teknologi memimpin kenaikan, sementara Energi berubah merah karena penurunan 1,5%.
Tesla anjlok 2,4%, sementara saham pertahanan mundur secara berurutan: Lockheed Martin terkoreksi 2,6%, RTX Corp melemah 2,7%. -Kondisi geopolitik juga mendukung reli saham, karena investor menyambut baik deklarasi gencatan senjata oleh Presiden AS DONALD TRUMP meskipun ia sendiri kemudian mengkritik karena pelanggaran dari kedua belah pihak hanya beberapa jam setelah pengumuman.
Trump bahkan menyatakan bahwa Israel merespons secara berlebihan, sementara Iran membantah meluncurkan rudal dan menuduh Israel melanjutkan serangan melewati batas waktu gencatan senjata.
Indeks volatilitas VIX turun di bawah 18, level terendah sejak awal konflik.
Pasar ekuitas global, termasuk MSCI World Index, mencapai rekor tertinggi baru.
SENTIMEN PASAR: Pasar menyambut baik gencatan senjata antara Iran dan Israel sebagai tanda berkurangnya risiko konflik lebih lanjut di Timur Tengah. Meskipun upaya perdamaian di kawasan itu masih rapuh dengan pelanggaran langsung, investor melihat suasana relatif lebih tenang & lebih terkendali. Reli tersebut juga didukung oleh prospek inflasi yang lebih terkendali karena turunnya harga minyak dan ekspektasi bahwa The Fed dapat lebih fleksibel pada kebijakan suku bunga. Michelle Bowman, salah satu anggota FOMC yang dikenal hawkish, mengejutkan pasar dengan menyatakan dia terbuka untuk mendukung penurunan suku bunga pada bulan Juli jika tekanan inflasi tetap terkendali. Ini melengkapi pandangan dovish sebelumnya dari Christopher Waller. Namun, di sisi lain, Ketua FEDERAL RESERVE Jerome Powell mengisyaratkan bahwa ia akan menolak seruan untuk memangkas suku bunga paling cepat pada bulan Juli, dengan menyatakan bahwa ekonomi AS masih solid dan bahwa dampak perang dagang Presiden Donald Trump dan perubahan kebijakan lainnya masih tidak pasti .
INDIKATOR EKONOMI: Indeks kejutan ekonomi AS dari Citi kini tercatat di wilayah negatif, mencerminkan data ekonomi yang cenderung meleset dari ekspektasi. Kepercayaan konsumen AS juga menurun, dengan pesimisme tentang pasar tenaga kerja mencapai titik terendah sejak Maret 2021.
PENDAPATAN TETAP & MATA UANG: Imbal Hasil US TREASURY turun secara menyeluruh, dengan imbal hasil obligasi 10 tahun turun menjadi 4,285%, dan imbal hasil 2 tahun turun menjadi 3,806%. Sementara itu, lelang obligasi 2 tahun senilai USD 69 miliar mendapat respons positif. -DOLAR AS melemah untuk hari ketiga berturut-turut, menyebabkan EURO menguat ke USD 1,1640, tertinggi sejak Oktober 2021. Dengan INDEKS DOLAR (DXY) turun 0,30% ke 97,94, Dolar juga melemah 0,88% terhadap YEN Jepang ke 144,80, dan turun 0,90% terhadap FRANC Swiss ke 0,80515.
PASAR EROPA & ASIA: Saham EROPA naik 1,11%, menandai kenaikan harian terbesar dalam lebih dari sebulan dan mencapai tertinggi satu minggu. Sektor Teknologi dan Komunikasi mendominasi kenaikan, sementara Energi tertahan karena koreksi harga minyak. -Di ASIA, MSCI Asia Pacific Index (tidak termasuk Jepang) naik 2,4%, mencapai level tertinggi sejak Januari 2022. Bursa pasar berkembang juga membukukan reli yang kuat, mengikuti momentum global pasca gencatan senjata Iran-Israel. Pemerintah Thailand menutup semua penyeberangan perbatasan darat ke KAMBOJA sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan perbatasan. Langkah tersebut, yang diumumkan oleh militer