Indeks Kospi Melonjak 2,12 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, melonjak 85,38 poin, atau sekitar 2,12 persen, pada Senin (22/12/2025), menjadi 4.105,93.

Volume perdagangan moderat mencapai 312,4 juta saham senilai 12,9 triliun won atau sekitar US$8,7 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 534 berbanding 340.

Angka indeks melonjak dipicu penguatan yang dialami saham sektor teknologi.

“Indeks Kospi mengikuti pergerakan saham di Wall Street, dengan saham semikonduktor mengalami rebound,” jelas Lee Kyoung-Min, analis Daishin Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing dan institusi masing-masing meraup saham senilai 1,1 triliun won atau sekitar 1,6 triliun won, sedangkan investor ritel melepas saham senilai 2,67 triliun won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing melambung 3,95 persen dan 6,03 persen. Saham perusahaan investasi AI SK Square dan perusahaan semikonduktor Hanmi Semiconductor masing-masing melonjak 8,43 persen dan 9,11 persen.

Saham perusahaan manufaktur baterai penyimpana LG Energy Solution dan perusahaan smelter zinc Korea Zinc masing-masing meningkat 2,77 persen dan 5,57 persen.

Saham perusahaan keuangan KB Financial dan Shinhan Financial masing-masing menguat 1,04 persen dan 1,68 persen. Saham perusahaan asuransi Samsung Life Insurance melonjak 3,42 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar Amerika Serikat, turun 3,8 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.480,1 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen positif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melonjak 1,07 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 78,5 poin, atau sekitar 0,91 persen, menjadi 8.699,9. Bursa saham di Asia Tenggara mengalami penguatan, termasuk juga di Indonesia.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 26,92 poin, atau sekitar 0,69 persen, menjadi 3.917,36. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong naik 111,24 poin, atau sekitar 0,43 persen, menjadi 25.801,77.