Menteri Bahlil Mengaku Untuk Pembangunan IKN Belum Ada Duit dari Investasi Asing

Foto : istimewa

Pasardana.id - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan, bahwa pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN) masih dominan bersumber dari duit investasi pengusaha dalam negeri.

Dia pun mengaku, kalau sampai saat ini belum ada perusahaan asing yang ingin berinvestasi di IKN.

Hal ini tentu saja menjadi kontradiksi dengan klaim investasi Rp50 triliun yang sebelumnya pernah dia sampaikan.

Bahkan soal kampus elite Amerika Serikat, Stanford University, yang disebut bakal dibangun di IKN oleh petinggi negara tersebut.

Sedangkan pada pertengahan Maret 2024 lalu, Stanford membantah isu soal pembangunan kampus mereka di IKN, terutama untuk bidang sustainibility

Ucapan Bahlil soal belum adanya investasi asing yang masuk disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR yang dikutip, Kamis (13/6/2024). 

Namun, dia menambahkan, adapun investasi yang dikeluarkan bersumber dari pengusaha dalam negeri untuk pembangunan IKN mulai dari rumah sakit hingga hotel.

"Investasi yang masuk di IKN sekarang pada tahap pertama itu adalah investasi PMDN semuanya. Belum ada penanaman modal asing (PMA) yang melakukan groundbreaking," ujar Bahlil di rapat tersebut. 

Dirinya pun mengaku sebelum menghadiri rapat tersebut, bahwa dia baru saja kembali dari peninjauan langsung pembangunan IKN.

"Kemarin saya baru pulang dari sana (IKN), seminggu lalu. Hotel sudah hampir jadi. Rumah sakit sudah hampir jadi. Beberapa gedung-gedung untuk sarana-persarana mendasar juga sudah hampir jadi. Dan itu adalah investasi semuanya dari dalam negeri, di luar dari APBN," sambung dia.

Bahlil menambahkan, investasi dari dalam negeri yang terakhir kali masuk untuk IKN yaitu berasal dari Grup Bakrie yang bekerja sama dengan Pertamina. 

"Jadi kalau ditanya apakah investasi di IKN itu ada atau tidak? Ada, semuanya dari PMDN untuk sementara," jelas Bahlil.