Tjetje Muljanto Lapor BKSL Rugi Rp108 Miliar di Kuartal I/2024

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Sentul City Tbk (IDX: BKSL) menderita rugi bersih sebesar Rp108,06 miliar sepanjang tiga bulan pertama tahun 2024, atau melonjak dibanding periode sama tahun 2023 yang tercatat sebesar Rp2,364 miliar.

Dampaknya, saldo laba belum ditentukan penggunaannya berkurang 11,8 persen dibanding akhir tahun 2023 menjadi Rp806,06 miliar pada akhir Maret 2024.

Presiden Direktur BKSL, Tjetje Muljanto melaporkan pendapatan sebesar Rp81,732 miliar pada kuartal I 2024.

Hasil itu turun 42,1 persen dibanding kuartal I 2023 yang mencapai Rp140,14 miliar.

Pasalnya, penjualan lahan siap bangun, rumah hunian, ruko dan rumah susun rontok 81,5 persen secara tahunan yang tersisa Rp14,156 miliar pada kuartal I 2024.

Tapi, pendapatan dari hotel, rumah makan dan taman hiburan tumbuh 5,2 persen secara tahunan menjadi Rp48,388 miliar pada kuartal I 2023.

Senada, pendapatan pengelolaan kota meningkat 9,7 persen secara tahunan menjadi Rp19,187 miliar.

Walau beban pokok pendapatan dapat ditekan sedalam 1,72 persen secara tahunan menjadi Rp39,878 miliar pada kuartal I 2024.

Tapi laba kotor tetap terpangkas 58,03 persen secara tahunan menjadi Rp41,854 miliar.

Sayangnya, beban usaha membengkak 97,6 persen secara tahunan menjadi Rp85,2 miliar pada akhir Maret 2024.

Salah satu pos pemberat, pendapatan operasi lainnya anjlok 84,5 persen secara tahunan yang tersisa Rp3,636 miliar.

Akibatnya, emiten sektor properti ini menderita rugi usaha sedalam Rp43,447 miliar pada akhir Maret 2024. Sedangkan di kuartal I 2023 meraih laba usaha sebesar Rp55,887 miliar.

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan kuartal I 2024 tanpa audit BKSL yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (6/5/2024).

Sementara itu, jumlah kewajiban bertambah 3,7 persen dibanding akhir tahun 2023 menjadi Rp4,923 triliun pada akhir Maret 2024.

Pada sisi lain, total ekuitas berkurang dibanding akhir Desember 2023 menjadi Rp15,031 triliun pada akhir kuartal I 2024.