Tambah Kegiatan Usaha Baru, INOV Siapkan Capex Sebesar Rp20 Miliar

Foto dari kiri ke kanan : Direktur INOV, Suhendra Setiadi, Direktur Utama Inov, Jae Hyuk Choi, Komisaris Independen, Widhyawan Prawiraatmadja, Presiden Komisaris, Jung Hyo Choi, serta Direktur INOV, Won Hyuk Choi (dok. INOV)

Pasardana.idPT Inocycle Technology Group Tbk (IDX: INOV), perusahaan daur ulang limbah PET terkemuka dan terbesar di Indonesia, menambah kegiatan usaha baru, yaitu pembuatan dan penjualan PET Resin (Chips).

Keputusan ini disahkan Perseroan melalui RUPSLB yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (22/5).

“Total kapasitas produksi yang direncanakan sebesar 15 juta kg/tahun. INOV menyiapkan Capex sebesar Rp20 miliar,” ungkap Direktur INOV, Victor Choi, dalam keterangan pers, Rabu (22/5).

Lebih lanjut ia juga mengungkapkan kesiapan perseroan untuk memanfaatkan pasar Polyester Staple Fiber (PSF) global yang diproyeksikan mencapai USD 39,3 miliar pada tahun 2025.

“Pasar serat poliester daur ulang berkembang pesat, diproyeksikan akan mencapai $39,3 miliar pada tahun 2025 dengan CAGR sebesar 6,3%," kata Victor Choi.

“Strategi yang telah diterapkan INOV dalam beberapa tahun terakhir telah menempatkan kami pada posisi yang kuat untuk memanfaatkan potensi tersebut,” sambungnya.

Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya kesadaran akan isu-isu lingkungan dan permintaan akan produk ramah lingkungan, yang membuat perusahaan-perusahaan beralih ke bahan daur ulang, termasuk serat poliester.

Serat-serat ini menawarkan solusi yang berkelanjutan dengan mengurangi penggunaan bahan baku baru, limbah, dan jejak karbon.

Inovasi teknologi dalam proses daur ulang dan produksi serat poliester meningkatkan kualitas dan kinerja produk, sehingga menarik minat konsumen dan produsen.

Pertumbuhan penjualan INOV sebesar 4,4% YoY dan meningkat 12% QoQ, didorong oleh peningkatan penjualan ekspor yang memberikan kontribusi sebesar 20% dari total penjualan di 1Q24.

Meskipun mengalami penurunan laba kotor secara tahunan, berkat margin yang lebih tinggi dari Re-PSF, serta manuver optimalisasi biaya yang diambil, INOV berhasil mencatatkan kenaikan laba kotor sebesar 4% QoQ.

Perusahaan terus mempertahankan dan meningkatkan kapasitas produksinya yang saat ini sudah mencapai sebesar 40.000 ton per tahun.

INOV berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan daur ulangnya melalui fasilitas pencucian di Solo, Mojokerto, Medan, Makassar, dan Subang, serta pabrik Re-PSF di Tangerang, Solo, Mojokerto, dan Medan.

Penambahan fasilitas pencucian di Subang, Jawa Barat, dengan kapasitas 12.000 ton per tahun, dan pabrik re-PSF di Medan dengan kapasitas produksi 7.200 ton per tahun, semakin memperkuat posisi INOV di pasar.

Produk INOV banyak digunakan sebagai bahan baku berbagai produk yang sering ditemui sehari-hari.

Serat non-woven yang diproduksi merupakan bahan baku manufaktur untuk berbagai industri seperti otomotif dan garmen.

Sedangkan Recycled Polyester Staple Fiber (Re-PSF) sebagai penyumbang penjualan terbesar dapat digunakan untuk memproduksi produk rumah tangga seperti bantal, selimut, dan bed cover.