ANALIS MARKET (21/5/2024) : IHSG Berpotensi Bergerak Sideways, 6 Saham Ini Bisa Jadi Pilihan Trading

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG ditutup turun 0.69% diperdagangan kemarin (20/5), dan disertai dengan net sell asing sebesar Rp75.6 miliar.

Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, BBRI, BBCA, CUAN, dan SMGR.

Sementara itu, Indeks-indeks Wall Street mayoritas naik pada Senin (20/5). Bahkan, Nasdaq ditutup pada rekor tertinggi sepanjang masa berkat melonjaknya saham Nvidia hingga 2%. Nasdaq menguat 0,65% ke level 16.794,87. Sedangkan S&P 500 naik tipis 0,09% menjadi 5.308,13. Sementara itu, Dow Jones turun 196,82 poin (0,49%) menjadi 39.806,77. Saham JPMorgan turun 4,5% karena CEO Jamie Dimon memberi isyarat pada pertemuan investasi tahunan bank bahwa pensiunnya mungkin lebih cepat dari yang dinyatakan sebelumnya. Dimon juga mengatakan bank tidak akan membeli kembali saham pada level saat ini. Meski demikian, saham JPMorgan telah mencatatkan kenaikan sekitar 15% YTD. Saham-saham kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) akan mencuri perhatian minggu ini. Investor akan mencermati hasil fiskal kuartal pertama Nvidia yang akan dirilis pada Rabu sore (22/5), untuk mengukur kekuatan reli yang didorong oleh AI.

Di sisi lain, Pasar saham Asia-Pasifik menguat pada perdagangan Senin (20/5). Kenaikan didorong oleh rilis data ekonomi dan pandangan optimis terhadap tren suku bunga tinggi akan berakhir tahun ini. Indeks Nikkei 225 Jepang melesat 0,73%, KOSPI Korea Selatan naik 0,64%, S&P/ASX 200 Australia menguat 0,63%, Hang Seng Hong Kong bertambah 0,42%. Shanghai Composite China juga naik 0,54% dimana People's Bank of China (PBOC) mempertahankan Suku Bunga Dasar Kredit (LPR) stabil di seluruh jangka waktu. Bank sentral Tiongkok mempertahankan LPR satu tahun dan lima tahun masing- masing pada 3,45% dan 3,95% (sesuai ekspektasi). Dari domestik, Bank Indonesia (BI) melaporkan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada 1Q24 defisit US$ 6 miliar. Begitu juga dengan transaksi berjalan defisit US$ 2,2 miliar atau 0,6% PDB.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Selasa (21/5), Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, CFP memperkirakan, “Hari ini IHSG berpotensi bergerak sideways. Level support IHSG di 7180-7230, sedangkan level resist berada di 7300-7350.”

Lebih lanjut disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan pelaku pasar, yaitu; TLKM, BREN, NCKL, SSIA, ACES, dan PTRO.

Berikut ini rekomendasi trading sahamnya;

1.TLKM: Spec Buy

Beli di 2950, cutloss jika break di bawah 2900.

Jika tidak break di bawah 2900, potensi naik ke 3040-3080 short term.

2.BREN: Spec Buy

Beli di 10900, cutloss jika break di bawah 10700.

Jika tidak break di bawah 10700, potensi naik ke 11200-11500 short term.

3.NCKL: Spec Buy

Beli di 1030, cutloss jika break di bawah 1015.

Jika tidak break di bawah 1015, potensi naik ke 1030-1090 short term.

4.SSIA: Buy on Weakness

Beli di 930, cutloss jika break di bawah 900.

Jika tidak break di bawah 930, potensi naik ke 1010-1050 short term.

5.ACES: Spec Buy

Beli di 850, cutloss jika break di bawah 830.

Jika tidak break di bawah 830, potensi naik ke 870-890 short term.

6.PTRO: Spec Buy

Beli di 8550, cutloss jika break di bawah 8500.

Jika tidak break di bawah 8500, potensi naik ke 9000-9150 short term.