Masih Banyak Diburu Investor, Pemerintah Raup Rp21,36 Triliun dari Lelang SUN

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Direktur Surat Utang Negara (SUN) Kementerian Keuangan, Deni Ridwan mengungkapkan, bahwa SUN masih banyak diburu oleh investor dari dalam maupun luar negeri.

Hal ini terefleksikan dari jumlah penawaran yang lebih tinggi dari target indikatif lelang, pada Selasa (14/5/2024) kemarin.

Deni mengatakan, total penawaran lelang yang diterima atas seri-seri tersebut mencapai Rp 49,42 triliun.

Angka ini setara dengan 2,25 kali dari target indikatif yang telah ditetapkan.

Adapun SUN yang dilelang oleh pemerintah yaitu; SPN03240814 (penerbitan baru), SPN12250502 (pembukaan kembali), FR0101 (pembukaan kembali), FR0100 (pembukaan kembali), FR0098 (pembukaan kembali), FR0097 (pembukaan kembali), dan FR0102 (pembukaan kembali).

Dari jumlah penawaran yang masuk, pemerintah memutuskan untuk memenangkan penawaran sebesar Rp 21,36 triliun.

Keputusan ini diambil selaras dengan rencana kebutuhan pembiayaan pemerintah tahun ini.

"Di tengah kondisi wait and see, minat investor masih solid," kata Deni dalam keterangannya yang dikutip, Rabu (15/5). 

Adapun minat investor asing pada lelang SUN juga masih tinggi. Ini terefleksikan dari jumlah incoming bids sebesar Rp 6,38 triliun, di mana mayoritas dari incoming bids tersebut pada seri SUN tenor menengah (5 tahun) sebesar Rp 2,69 triliun atau 42,16 persen dari total incoming bids investor asing dan dimenangkan sebesar Rp 1,9 triliun atau 8,9 persen dari total awarded bids.

Secara keseluruhan, sambung Deni, seri SUN tenor 5 dan 10 tahun masih menjadi favorit investor dengan jumlah incoming bids dan awarded bids masing-masing sebesar 60,45 persen dari total incoming bids dan 68,57 persen dari total awarded bids.

Tercatat, incoming bids terbesar adalah pada tenor 10 tahun yaitu Rp 17,43 triliun dimenangkan sebesar Rp 6,05 triliun.

Lebih lanjut Deni menilai, tingginya penawaran SUN tidak terlepas dari data perekonomian RI yang positif, tercermin dari posisi cadangan devisa yang dinilai tetap tinggi meskipun berada dalam tren penurunan, yaitu sebesar 136,2 miliar dollar AS pada akhir April 2024. 

Dari pasar global, investor sebenarnya menantikan rilis data inflasi AS pada tengah pekan ini.

Deni bilang, Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI) diperkirakan kembali termoderasi, meskipun masih belum dapat mendorong penurunan FFR dalam waktu dekat.

"Hal ini diperkuat komentar official The Fed sepanjang pekan lalu dan awal pekan ini yang cenderung hawkish," ujarnya.

Seiring dengan pasar SBN yang membaik dalam dua pekan terakhir mendorong penurunan Weighted Average Yield (WAY) Obligasi Negara yang dimenangkan pada lelang SUN kemarin ini antara 10 sampai dengan 22 bps dibandingkan WAY pada lelang SUN sebelumnya.

"Sesuai dengan kalender penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) tahun 2024, lelang penerbitan SUN selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 28 Mei 2024," ucap Deni.