Indeks Kospi Naik 0,83 Persen
Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, naik 21,97 poin, atau sekitar 0,83 persen, pada Selasa (12/3/2024), menjadi 2.681,81 yang merupakan angka penutupan tertinggi sejak 31 Mei 2022.
Volume perdagangan moderat mencapai 390 juta saham senilai 9,45 triliun won atau sekitar US$7,3 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 495 berbanding 365.
Menurut Han Ji-Young, analis Kiwoom Securities, seperti dilansir Yonhap News, angka indeks naik berkat aksi beli para investor terhadap saham sektor teknologi, baterai, dan blue chips lainnya.
Data inflasi Amerika Serikat yang dirilis pekan ini akan menjadi penentu arah pergerakan angka indeks selanjutnya.
Investor institusi meraup saham senilai 508 miliar won, sedangkan investor asing dan ritel melakukan aksi jual.
Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan LG Electronics masing-masing melonjak 1,24 persen dan 2,41 persen. Saham perusahaan manufaktur baterai mobil elektrik LG Energy Solution dan Samsung SDI masing-masing melambung 4,74 persen dan 11,12 persen.
Saham perusahaan minyak SK Innovation melonjak 1,94 persen. Saham perusahaan kimia LG Chem meningkat 3,33 persen.
Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 0,70 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.311 won per dolar AS.
Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen positif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,1 persen.
Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 8,30 poin, atau sekitar 0,11 persen, menjadi 7.712,50. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Vietnam, Malaysia, dan Filipina menguat, sedangkan Bursa Thailand melemah.
Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 12,52 poin, atau sekitar 0,41 persen, menjadi 3.055,94. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong melambung 505,93 poin, atau sekitar 3,05 persen, menjadi 17.093,50.

