Indeks Kospi Turun 0,61 Persen
Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 16,02 poin, atau sekitar 0,61 persen, pada Selasa (8/10/2024), menjadi 2.595,36.
Volume perdagangan moderat mencapai 313 juta saham senilai 8,98 triliun won atau sekitar US$6,65 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 569 berbanding 305.
Angka indeks berakhir di teritori negative setelah perusahaan teknologi Samsung Electronics memperkirakan perolehan laba operasional kuartal ketiga hanya mencapai 9,1 triliun won, di bawah ekspektasi pasar, akibat melemahnya kinerja bisnis chip memori.
“Sampai kemarin, investor asing telah menjadi net seller saham Samsung untuk 20 sesi beruntun sejak 3 September, dengan nilai mencapai hingga 9,7 triliun won.
Kekhawatiran perlambatan sklus semikonduktor memainkan peran signifikan terjadinya sell-off, membuat perkiraan perolehan laba operasional hari ini berpengaruh besar terhadap arah pasar saham,” jelas Han Ji-Young, analis Kiwoom Securities, seperti dikutip Yonhap News.
Investor asing dan institusi total melepas saham senilai 72 miliar won, sedangkan investor ritel meraup saham senilai 69 miliar won.
Saham Samsung dan SK Hynix masing-masing merosot 1,15 persen dan 3,73 persen. Saham LG Electronics anjlok 5,5 persen.
Saham perusahaan biofarmasi Celltrion dan perusahaan otomotif Hyundai Motor masing-masing melemah 1,19 persen dan 0,4 persen. Saham perusahaan pertahanan Hanwha Aerospace melambung 3,7 persen.
Saham perusahaan manufaktur baterai penyimpanan LG Energy Solution melambung 3,93 persen setelah mengumumkan kesepakatan untuk memasok baterai mobil elektrik bagi Mercedes-Benz.
Nilai tukar won melemah terhadap dolar Amerika Serikat, turun 3 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.346,7 won per dolar AS.
Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang merosot 2,2 persen.
Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 28,5 poin, atau sekitar 0,35 persen, menjadi 8.176,9. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura dan Filipina melemah, sedangkan Bursa Vietnam, Indonesia, Malaysia, dan Thailand menguat.
Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, melambung 153,28 poin, atau sekitar 4,59 persen, menjadi 3.489,78. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong terjun bebas 2.172,99 poin, atau sekitar 9,41 persen, menjadi 20.926,79.

