Indeks Kospi Meningkat 0,39 Persen
Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, meningkat 10,16 poin, atau sekitar 0,39 persen, pada Selasa (15/10/2024), menjadi 2.633,45.
Volume perdagangan moderat mencapai 430 juta saham senilai 9,72 triliun won atau sekitar US$7,14 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 445 berbanding 418.
Angka indeks meningkat dipicu lonjakan yang dialami saham sektor teknologi.
Menurut Han Ji-Young, analis Kiwoom Securities, seperti dilansir Yonhap News, investor asing akan menjadi faktor penentu utama bagi pasar saham lokal pekan ini karena mereka telah menjadi net sellers dua bulan terakhir, melepas saham senilai 9,87 trilun won pada Agustus dan September.
Investor asing dan investor institusi masing-masing meraup saham senilai 280 miliar won dan 22,7 miliar won, sedangkan investor ritel melepas saham senilai 346,7 miliar won.
Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing naik 0,33 persen dna 2,88 persen. Saham perusahaan manufaktur baterai mobil elektrik LG Energi Solution dan Samsung SDI masing-masing turun 0,62 persen dan 2,23 persen.
Saham perusahaan keuangan KB Financial dan Shinhan Financial masing-masing melemah 1,65 persen dan 0,52 persen. Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan Kia masing-masing merosot 1,01 persen dan 0,89 persen.
Nilai tukar won melemah terhadap dolar Amerika Serikat, turun 5,2 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.361,3 won per dolar AS.
Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,26 persen.
Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 65,6 poin, atau sekitar 0,79 persen, menjadi 8.318,4. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Vietnam dan Thailand melemah, sedangkan Bursa Singapura, Malaysia, Indonesia, dan Filipina menguat.
Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, melemah 83,03 poin, atau sekitar 2,53 persen menjadi 3.201,29. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong anjlok 793,27 poin, atau sekitar 3,76 persen, menjadi 20.299,6.

