Indeks Kospi Turun 0,09 Persen
Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 2,25 poin, atau sekitar 0,09 persen, pada Jumat (11/10/2024), menjadi 2.596,91.
Volume perdagangan moderat mencapai 470,8 juta saham senilai 9,26 triliun won atau sekitar US$6,86 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 487 berbanding 367.
Angka indeks berakhir di teritori negatif setelah investor asing melakukan sell-off. “Indeks Kospi sempat menguat dipicu pemangkasan suku bunga yang dilakukan Bank of Korea untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir. Namun aksi jual investor asing membuat angka indeks melemah,” jelas Lee Kyoung-Min, analis Daishin Securities, seperti dikutip Yonhap News.
Investor asing melepas saham senilai 601,2 miliar won, sedangkan investor ritel dan institusi masing-masing meraup saham senilai 290,5 miliar won dan 270,2 miliar won.
Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics naik 0,68 persen, sedangkan saham SK Hynix turun 0,37 persen. Saham perusahaan manufaktur baterai mobil elektrik LG Energy Solution dan POSCO Future M masing-masing anjlok 3,75 persen dan 2,57 persen.
Saham perusahaan galangan kapal HD Hyundai Heavy dan HD Korea Shipbuilding masing-masing merosot 3,49 persen dan 2,78 persen. Saham perusahaan tembakau KT&G terjun bebas 12,57 persen.
Saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics dan Celltrion masing-masing melonjak 2,91 persen dan 1,54 persen.
Nilai tukar won menguat terhadap dolar AS, naik 0,7 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.349,5 won per dolar AS.
Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen positif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,3 persen.
Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 8,5 poin, atau sekitar 0,1 persen, menjadi 8.214,5. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Thailand, Indonesia, dan Vietnam menguat, sedangkan Bursa Filipina, Malaysia, dan Singapura melemah.
Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, merosot 84,19 poin, atau sekitar 2,55 persen, menjadi 3.217,74. Bursa Efek Hong Kong tutup sehubungan berlangsungnya libur perayaan Double Ninth Festival.

