Inflasi Masih Tinggi, Kemendag Berencana Naikkan HET Minyakita Jadi Rp15.000/Liter

Foto : istimewa

Pasardana.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) berencana akan menaikkan harga eceran tertinggi (HET) Minyakita menjadi Rp15.000 per liter.

Sebelumnya, harga Minyakita dibanderol Rp14.000 per liter.  

Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan, rencana tersebut dilakukan seiring dengan tingginya tingkat inflasi di Indonesia.

Meski begitu, kata Zulhas, rencana menaikkan HET Minyakita belum diputuskan, lantaran masih dibahas di Rakortas dengan Kemenko Perekonomian.  

“Memang harga eceran tertinggi Minyakita Rp14.000 per liter mestinya. Tapi, mengikuti perkembangan inflasi, ini masih harus dirapatkan dengan Menko Perekonomian terlebih dahulu untuk menjadi Rp15.000 per liter,” katanya di Jakarta Pusat, Kamis (30/11). 

Sebelumnya, Mendag Zulhas resmi mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 41 Tahun 2022 tentang Tata Kelola Minyak Goreng Kemasan Rakyat (MGKR) yang berlaku mulai 8 Juli 2022. 

Adapun dalam program Minyak Goreng Kemasan Rakyat tersebut pemerintah telah meluncurkan minyak goreng curah kemasan yang berlabel "Minyakita" yang dibanderol satu harga Rp 14.000 per liter. 

Dalam Permendag tersebut juga diatur ketentuan-ketentuan bagi pelaku usaha jika ingin mendistribusikan Minyakita dalam program Minyak Goreng Kemasan Rakyat. 

Pertama disebutkan, pelaku usaha dalam mendistribusikan MGKR harus menggunakan merek "Minyakita" sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 

Kedua, pelaku usaha dalam mendistribusikan Minyak Goreng Kemasan Rakyat harus menggunakan kemasan dengan ukuran 1 liter, 2 liter, dan/atau 5 liter. 

Ketiga, pelaku usaha dalam mendistribusikan MGKR harus mencantumkan informasi harga eceran tertinggi pada kemasan. 

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Isy Karim membenarkan rencana kenaikan harga Minyakita masih dalam pembahasan.

Menurutnya, Pemerintah akan mengevaluasi lebih dulu dampaknya jika harga Minyakita dinaikkan.  

“Seharusnya memang naik, namun hal ini masih dalam pengkajian termasuk dampaknya kalau harganya dinaikkan. Untuk sementara, ini tidak kita naikkan dulu, masih tetap sama harga eceran tertinggi,” kata Isy Karim.