Proyek PLTA Cisokan Mulai Dibangun, Nilai Investasi Rp8 Triliun

Foto : istimewa

Pasardana.id - PT PLN (Persero) memulai pembangunan megaproyek PLTA Upper Cisokan Pumped Storage (UCPS) dengan investasi sebesar Rp 8 triliun dan ditargetkan selesai pada 2026.

Mulai Kamis (22/9), PLTA dengan teknologi pumped storage pertama dan terbesar di Indonesia itu, resmi memasuki tahap konstruksi.

Klaim itu dilihat dari kapasitas yang digunakan PLTA Upper Cisokan untuk menampung listrik.

Baterai raksasa di pembangkit ini bisa menyimpan listrik sebesar 1040 mega watt.

"PLTA Upper Cisokan ini adalah salah satu baterai raksasa dengan kapasitas 1040 mega watt," ujar Executive Vice President Konstruksi Jawa, Madura, Bali, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PT PLN (Persero), Ratnasari Sjamsuddin di Bandung Barat, Kamis (22/9).

Dengan daya tampung yang cukup besar itu, PLTA Upper Cisokan disebut sebagai pembangkit listrik terbesar di Indonesia mengungguli PLTA Cirata dengan daya tampung 1.008 mega watt.

"Dan kita memiliki baterai raksasa yang siap untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan yang ada di Jamali (Jawa-Madura-Bali). Jadi tidak hanya di Jawa Barat tapi seluruh Jawa," ungkapnya.

Selain daya tampung listrik yang besar, PLTA Upper Cisokan juga diklaim memiliki sistem pembangkit pertama yang menggunakan teknologi Pumped Storage di Indonesia.

"Maka dengan ini akan lebih save, lebih andal dengan adanya PLTA Upper Cisokan ini, karena PLTA ini adalah PLTA yang berfungsi sebagai Pump Storage, kita sebut kaya baterai raksasa," papar Ratna.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan, dengan dimulainya pembangunan PLTA Cisokan ini sebagai wujud komitmen PLN dalam menurunkan emisi karbon dan meningkatkan bauran pembangkit EBT.

Apalagi, PLN juga mempunyai agenda untuk mempensiunkan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), di mana butuh pengganti yang bisa menjadi baseload.

"PLTA ini adalah yang pertama di Indonesia dengan teknologi pump storage. Ini adalah terobosan luar biasa, karena membuat fungsi PLTA menjadi seperti power storage yang bisa sangat efisien sekaligus andal untuk diaktivasi terutama saat kondisi beban puncak. Dan tentunya akan menambah keandalan sistem yang lebih besar," ujar Darmawan.

PLTA Cisokan ini dibangun menggunakan Roller Compacted Concrete (RCC) di mana pada bendungan atas dan bawah memanfaatkan sumber daya air sungai Cisokan yang merupakan anak sungai Citarum.

PLN akan lebih dulu membangun bendungan dari hulu sampai hilir serta infrastruktur kelistrikan sepanjang 27 kilometer sepanjang aliran sungai.

Melalui teknologi Pumped Storage, maka saat beban listrik sedang puncak, PLTA ini bisa mengalirkan sistem debit air sehingga bisa memutar turbin dan memberikan pasokan listrik tambahan.

Sedangkan saat beban kelistrikan Jawa Bali sedang turun, maka PLTA ini bisa langsung mengembalikan debit air melalui tunnel.