Bayar Utang, MDKA Tawarkan Obligasi Rp4 Triliun Berbunga Hingga 9,5 Persen

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Merdeka Copper Gold Tbk (IDX: MDKA) tengah mencari dana untuk membayar utang, dengan cara menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III Merdeka Copper Gold Tahap III Tahun 2022 senilai Rp4 triliun.

Mengutip prospektus surat utang emiten tambang mineral grup Saratoga itu yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (26/8/2022) disebutkan bahwa dana hasil penerbitan obligasi dengan peringkat idA+ dari Pefindo untuk Obligasi Berkelanjutan II Tahap II sebesar Rp1,5 triliun akan jatuh tempo pada tanggal 25 November 2022.

Berikutnya, senilai USD100 juta atau sekitar 37 persen dari dana obligasi membayar fasilitas kredit sindikasi perbankan, yaitu PT Bank UOB Indonesia, The Korea Development Bank, cabang Singapura dan PT Bank Mizuho Indonesia melalui United Overseas Bank Limited sebagai agen.

Lalu, sebesar USD50 juta atau 19 persen dari emisi akan digunakan oleh anak usaha perseroan, Bumi Suksesindo (BSI) untuk membayar kepada para kreditur, yaitu ING Bank N.V., cabang Singapura, PT Bank UOB Indonesia, PT Bank HSBC Indonesia, dan Credit Agricole Corporate and Investment Bank, cabang Singapura, melalui The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd. sebagai Agen Fasilitas.

Kemudian, sekitar USD5,4 juta atau 4 persen dari emisi akan digunakan oleh BSI untuk pembayaran sebagian pokok utang kepada ING Bank N.V;

Sisanya, sekitar 2 persen dari total emisi akan digunakan oleh BSI untuk modal kerja, meliputi antara lain; pembayaran kepada pemasok, karyawan, konsultan serta pembayaran beban keuangan, dalam rangka mendukung kegiatan usaha.

Untuk itu, bersama Indo Premier Sekuritas, Sucor Sekuritas, UOB Kay Hian Sekuritas, Aldiracita Sekuritas Indonesia dan Trimegah Sekuritas Indonesia selaku penjamin emisi melakukan penawaran umum pada tanggal 26 - 29 Agustus 2022.

Dalam masa penawaran itu, perseroan menawarkan dalam tiga seri.

Rincinya, Seri A sebesar Rp1, 472 triliun berbunga 5,5 persen per tahun, yang  jatuh tempo setelah  367 hari penerbitan.

Seri B senilai Rp1,729 triliun berbunga 8,25 persen yang berjangka waktu 3 tahun sejak diterbitkan.

Seri C senilai Rp797.6 miliar berbunga tetap sebesar 9,5persen per tahun, yang berjangka waktu 5  tahun sejak diterbitkan.