Program Living Pasar Terus Diperluas di Pasar Tradisional

Foto : istimewa

Pasardana.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir ingin terus mendorong program ‘Living Pasar’ diperluas dan diterapkan di pasar-pasar tradisional.

Menurutnya, program ini sangat bermanfaat dan membantu para pedagang.

"Program ini akan memberi banyak manfaat bagi pedagang, sehingga saya terus dorong agar direplikasi di sebagian besar pasar rakyat atau tradisional," ujar Erick saat berkunjung di Pasar Induk Caringin, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (13/8/2022).

Dengan semakin meluasnya program Living Pasar ini, Erick yakin makin banyak pedagang dan pelaku UMKM yang melakukan transaksi nontunai.

Dan ini, akan semakin mendorong dan membawa mereka naik kelas.

"Dengan digitalisasi pasar yang mensinergikan pemerintah pusat, daerah dan regulator akan memberi dampak positif berupa peningkatan kegiatan transaksi non tunai ke depan sehingga akan banyak pedagang dan pelaku UMKM naik kelas," imbuh dia.

Dalam kunjungannya tersebut, Erick berdialog dengan beberapa pedagang pasar induk swasta terbesar di Bandung itu.

Di Pasar Caringin, Bandung, ada sebanyak 1.530 pedagang yang sudah menggunakan QR Code Indonesian Standard (QRIS) Livin Usaha Bank Mandiri dalam bertransaksi.

"Tadi saya ngobrol dengan mereka, dan meski baru, tapi mereka merasakan transaksi cashless ini membantu berjualan secara grosir. Jika semakin banyak pedagang merasakan manfaat dan kemudahan bertransaksi secara non tunai, maka tentu tingkat inklusi keuangan kita juga akan makin meningkat," pungkasnya.