Undang Investor Australia, Sandiaga Targetkan Investasi di Sektor Parekraf Senilai US$2,45 miliar

Foto : istimewa

Pasardana.id - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengundang investor Australia untuk berinvestasi di Indonesia terutama sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf).

Keikutsertaan investor yang tergabung dalam Australia Indonesia Business Council (AIBC) tersebut guna mewujudkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan sebagai upaya mengakselerasi kebangkitan ekonomi maupun pembukaan lapangan kerja.

"Kami menargetkan realisasi investasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa mencapai US$2,45 miliar. Untuk itu, kami mengundang para member AIBC untuk berinvestasi dan kami [Pemerintah Indonesia] akan sepenuhnya memfasilitasi," kata Menparekraf Sandiaga Uno, dikutip dari rilisnya pada, Kamis (7/4/2022).

Menurut Sandiaga, pariwisata dan ekonomi merupakan dua sektor penting di Indonesia. Oleh karena itu, saat ini pemerintah menggenjot pembangunan pariwisata di lima destinasi super prioritas yakni Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, Danau Toba, dan Likupang.

"Investasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif diharapkan dapat membuka 1,1 juta lapangan kerja baru yang berkualitas di Indonesia," tambah Sandiaga.

Sebagaimana diketahui, Indonesia dengan sumber daya alam dan budaya yang berlimpah, sangat berpotensi untuk menambahkan nilai-nilai di sektor parekraf. Menurutnya, hal ini bisa dimanfaatkan oleh investor untuk melihat peluang usaha, sekaligus mengundang lapangan kerja baru untuk masyarakat Indonesia.

"Termasuk di sektor ekonomi kreatif, dimana Indonesia menjadi negara terbesar ketiga di dunia jika melihat pada kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB Amerika dengan Hollywood dan Korea dengan K-Pop," katanya.

Menparekraf mengungkapkan, masa-masa penghujung krisis merupakan waktu yang tepat bagi para investor untuk berinvestasi. Di mana, peluang-peluang usaha dan perekonomian mulai kembali terbuka.

Dari krisis justru tercipta peluang-peluang baru dengan inovasi, adaptasi dan kolaborasi. Ia mencontohkan bagaimana dirinya memulai usaha ketika terjadi krisis di tahun 1997.

"Investasi saat krisis akan mendatangkan banyak keuntungan, good investment return, namun perlu dengan strategi yang matang," imbuh Sandiaga.