Produksi Pertanian di Food Estate Sumba Meningkat, Menko Luhut Beri Apresiasi

Foto : istimewa

Pasardana.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi hasil kerja keras petani dan penyuluh di Kabupaten Sumba Tengah, NTT atas realisasi produksi padi Food Estate Sumba di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menko Luhut melakukan dialog interaktif dengan Ribka Buru, penyuluh pertanian Sumba Tengah melalui Agriculture War Room Kementerian Pertanian RI (AWR Kementan) memberikan apresiasinya terhadap peningkatan produksi padi di Food Estate Sumba.

Turut serta juga Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo dan Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi.

"Saya lihat sekarang produksi padi naik lima hingga enam ton per hektar (Food Estate Sumba) yang tadinya cuma tiga sampai empat ton per hektar. Itu sebabnya kita dari laporan data BPS (Badan Pusat Statistik) masalah beras tidak kurang," ujar Menko Luhut lewat keterangannya.

Dirinya pun akan memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap Kementerian Pertanian (Kementan) untuk upayanya dalam meningkatan produksi pertanian serta mensejahterakan petani.

"Saya kira Mentan Syahrul sudah habis-habisan mendukung peningkatan produksi pertanian dan mensejahterakan petani, karena itu adalah keinginan dari pemerintah," ujarnya.

Menko Luhut menambahkan, bahwa pemerintah akan menyediakan bibit unggul agar pendapatan petani meningkat, sehingga tingkat kemiskinan turun dan petani tambah sejahtera.

"Itu pesan Presiden Joko Widodo kepada saya, pokoknya pertanian harus didorong, makanya saya datang ke kantornya Mentan," tukas Luhut.

Sementara itu, Mentan Syahrul menambahkan, produksi padi memang menjadi program prioritas selama dua tahun ini.

Terbukti, meski Indonesia menerjang badai pandemi yang sangat dahsyat, sektor pertanian tetap tumbuh dengan baik.

"Dalam dua tahun ini, kami konsentrasikan kerja kami pada ketahanan pangan, khususnya padi. Dua tahun ini yang lain turun, hanya pertanian yang tumbuh. Ekspor kita naik terus, bahkan sampai Rp625,04 triliun atau naik 38,68 persen," kata Mentan.

Dia menambahkan, bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) Indonesia selama dua tahun ini juga tumbuh bahkan tembus 108,83.

"Ini hanya terjadi zaman orde baru. Itulah kerja kita semua pakai data," ungkap dia.