Kementan Klaim Food Estate di Kalteng Panen 6,4 Ton Per Hektar

Foto : istimewa

Pasardana.id - Kementerian Pertanian (Kementan) mengklaim, petani di proyek lumbung pangan (food estate) yang berada di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) telah berhasil meningkatkan produksi pertanian.

Para petani siap melaksanakan panen raya dalam waktu dekat.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Sarwo Edhy mengatakan, tidak ada fenomena kegagalan panen atau puso pada areal lumbung pangan yang terletak di Pulang Pisau, Kalteng.

Bahkan pihaknya akan meninjau langsung kegiatan panen pertama di sana yang hasil panen para petani tersebut sekitar 5,6 ton sampai 6,4 ton per hektar (Ha).

"Food estate, sudah mulai panen, mungkin Kamis (4/2/2021) atau Jumat (3/2/2021) Pak Menteri Pertanian akan panen di sana," ujarnya dalam rapat dengan Komisi IV DPR RI, Selasa (2/1/2021).

Ia menyatakan, hasil panen petani tersebut lebih tinggi dari rata-rata panen sebelum program food estate yang hanya 3 ton - 4 ton per ha.

Oleh sebab itu, ia mengklaim jika program gagasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berhasil meningkatkan produksi pertanian.

"Artinya, kalau menurut kami, food estate ini berhasil, kira-kira begitu," tuturnya.

Sarwo menjelaskan, di Pulang Pisau, pemerintah berhasil menanam di lahan seluas 9.630 hektar dari target awal mencapai 10.000 hektar.

Oleh karena itu, terdapat 370 hektar lahan food estate di daerah itu yang belum di tanam.

Menurutnya, hal itu karena beberapa persoalan teknis yang diyakini bisa diatasi sesegera mungkin. Diantaranya, karena sebagian lahan masih tergenang air akibat hujan.

"Serta kebiasaan masyarakat pedalaman yang menanam pada Februari-Maret," imbuh dia.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengungkapkan kendala di food estate. Itu menyangkut serangan hama tikus pada tanaman milik petani.

Kondisi ini menyebabkan petani tersebut harus panen lebih awal sehingga hasil produksinya kurang maksimal.

Namun, ia mengaku belum mengantongi data luasan lahan petani yang terserang hama tikus.

"Belum kami monitor (luasan lahan). Penjelasan dari Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) setelah kunjungan ke sana dan penjelasan dari Kepala Dinas Pertanian Provinsi itu ada petani yang lahannya kena tikus, daripada habis maka langsung di panen," imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya untuk menyelesaikan program food estate di Sumatera Utara (Sumut) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) tahun ini.

Pasalnya, ia menilai lumbung pangan merupakan solusi dari permasalahan impor pangan.

Ia menuturkan, akan mengevaluasi permasalahan pembangunan lumbung pangan di lapangan nantinya.

Harapannya, lumbung pangan di Sumut dan Kalteng ini bisa menjadi acuan bagi lumbung pangan di provinsi lainnya, sehingga bisa mengatasi permasalahan impor pangan.

"Kita harus membangun sebuah kawasan yang economic scale, tidak bisa yang kecil-kecil lagi. Oleh sebab itu, kenapa saya dorong food estate, ini harus diselesaikan. Paling tidak tahun ini yang di Sumut dan Kalteng itu selesaikan," ujar Presiden Jokowi dalam pembukaan Rakernas Pembangunan Pertanian 2021, beberapa waktu lalu.