Erick Thohir Pastikan BUMN Siap Sukseskan Forum Presidensi G20

Foto : istimewa

Pasardana.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan, Presidensi KTT G20 di Indonesia menjadi kehormatan bagi bangsa Indonesia.

Karena itu, kementeriannya dan seluruh BUMN siap menyukseskan rangkaian acara dan agenda dari forum tersebut.

"Hal ini juga menjadi bukti kepercayaan dunia kepada Indonesia bahwa kita bisa memimpin sebuah forum yang memecahkan isu dan tantangan besar di dunia," ujar Erick dalam akun Instagram, @erickthohir pada Selasa (1/3/2022).

Erick menilai, penunjukan Indonesia dalam presidensi G20 juga menjadi momentum dalam menunjukkan jati diri Indonesia sebagai bangsa yang besar. Untuk itu, kata Erick, Kementerian BUMN dan ekosistem BUMN siap mensukseskan presidensi Indonesia di G20.

"Berkolaborasi dan bergerak dengan seluruh daya dan upaya, dari hulu ke hilir, mulai dari infrastruktur, telekomunikasi, energi, hingga transportasi. Ayo bersama-sama menjadi energi kesuksesan presidensi Indonesia di G20," kata Erick.

Presidensi G20 menyusung tiga isu utama berupa transisi energi berkelanjutan, sistem kesehatan dunia, serta transformasi ekonomi dan digital.

Sebagai salah satu dari tiga pilar utama Presidensi G20 Indonesia, Forum Transisi Energi dalam format Energy Transitions Working Group (ETWG) berfokus pada tiga prioritas, yaitu akses, teknologi dan pendanaan.

Sebelumnya, Erick menyebut Indonesia menetapkan sektor kesehatan sebagai salah satu fokus utama dalam penyelenggaran presidensi G20.

Erick menilai persoalan pemerataan vaksin hingga transfer teknologi harus menjadi prioritas dalam mengatasi persoalan sektor kesehatan, seperti kala pandemi terjadi.

Bagi Erick, sektor kesehatan memiliki dampak besar dalam sektor lain seperti ekonomi, pendidikan, hingga sosial.

Karena itu, BUMN pun menjadikan kesehatan sebagai satu bagian dalam ekosistem ekonomi, pendidikan, hingga teknologi yang sedang dibangun BUMN.

"Karena ketika kita bicara tentang kesehatan, kita tidak hanya bicara tentang kegiatan kesehatan semata, tapi kita juga bicara tentang ekonomi, pendidikan, sosial, dan lain-lain," pungkas Erick.