Menteri Investasi Ingatkan Investor di Daerah Wajib Gandeng Pengusaha Lokal dan UMKM

Foto : istimewa

Pasardana.id - Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengingatkan, para investor yang melakukan investasi di daerah, wajib menggandeng pengusaha lokal dan UMKM.

Adapun keputusan tersebut mulai berlaku tahun ini.

Hal ini diperkuat lewat Peraturan Menteri Investasi/BKPM Nomor 1 Tahun 2022 tentang Kemitraan di Bidang Penanaman Modal Antara Usaha Besar dengan UMKM di Daerah.

Bahlil menjelaskan, pelaksanaan kemitraan di bidang penanaman modal antara usaha besar dengan UMKM di daerah yang diatur dalam peraturan menteri tersebut akan menjadi pedoman bagi para pelaku usaha, kementerian/lembaga dan daerah dalam pelaksanaan kemitraan antara usaha besar dengan UMKM di daerah.

"Contohnya, kalau mau investasi di NTT, harus kolaborasi dengan pengusaha di NTT, tidak boleh pengusaha NTT yang ada di Jakarta," tegasnya dalam MNC Group Investor Forum 2022, Kamis (17/3/2022).

Dikatakan Bahlil, hal tersebut bertujuan untuk menciptakan pemerataan dari sisi ekonomi masyarakat yang berada di daerah, dalam hal ini pengusaha lokal.

"Ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk menciptakan pemerataan ekonomi," ujarnya.

Dia menambahkan, investor besar yang melakukan penanaman modal di daerah juga harus menggandeng UMKM yang ada di daerah.

"Selanjutnya bagaimana caranya kita dorong UMKM ini bisa berkolaborasi, ini adalah bagian dari instruksi Presiden," kata Bahlil.

Ke depan, kata Bahlil, ada beberapa sektor yang akan difokuskan pemerintah untuk investasi hingga ke tingkat daerah, yaitu; infrastruktur, pertambangan, dan energi baru terbarukan.

"Mulai tahun ini kita sudah mewajibkan untuk hilirisasi, selama ini kita impor gas LPG 6 juta ton pertahun, sekarang kita mulai bangun hilirisasi lewat batubara untuk produk DME pengganti LPG," ujarnya.

Dia menerangkan, bahwa proyek tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Amerika berkolaborasi dengan perusahaan BUMN yaitu Pertamina.

"Kenapa ini kita kolaborasikan dengan BUMN, karena kita tidak ingin lagi investor yang masuk ke Indonesia hanya bermain sendiri tanpa melibatkan dalam negeri," ujar Bahlil.

Di samping itu, menurutnya, kerja sama melibatkan perusahaan dalam negeri juga berfungsi untuk menjalankan transfer ilmu pengetahuan.

Dengan begitu, Indonesia bisa mendapatkan manfaat lebih dari hasil kerja sama tersebut.