Produksi Kendaraan Listrik Roda 2 Ditargetkan 2 Juta Motor Pada 2024

Foto : istimewa

Pasardana.id - Produksi kendaraan listrik roda dua di Indonesia ditargetkan mencapai dua juta unit pada 2024.

Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita optimis kalau target tersebut bisa tercapai.

"Didukung dari sisi suplai tentunya, dan memastikan bisa cepat tumbuh," ujar Menperin Agus Gumiwang dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) ION Mobility dengan PLN, Rabu (2/11).

Menperin juga bilang, dalam mendukung tercapainya target tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memiliki tanggung jawab dari sisi suplai.

Sedangkan Kementerian/Lembaga (K/L) lain memiliki tugas terkait infrastrukturnya, termasuk PLN.

Lebih lanjut Menperin menjelaskan, hingga kini terdapat 35 pabrik sepeda motor di Indonesia yang memiliki kapasitas produksi 1,1 juta unit per hari, ditambah perusahaan asal Singapura, ION Mobility yang rencana juga akan membangun pabrik di Karawang, Jawa Barat.

Meski demikian, ia menyebut utilisasi yang dimiliki belum setinggi itu sebab permintaan pasar yang masih perlu dibangun dan hal ini menjadi tugas kementerian yang dipimpinnya.

"Jadi kalau demand (permintaan) terhadap motor listrik itu sudah berkembang, saya kira juga industri akan menyesuaikan termasuk target dua juta produksi," terang Menperin.

Lebih lanjut, Menperin juga menyampaikan, bahwa potensi pasar kendaraan listrik di Indonesia sangat besar.

Menurutnya, penjualan roda empat dan roda dua memiliki perbandingan 1:6.

"Jadi sangat tinggi sekali (potensi pasar)," ujar Menperin.

Dengan upaya yang dilakukan pemerintah bersama stakeholders lain, Menperin yakin, Indonesia pasti bertransformasi dari transportasi konvensional berbahan bakar fosil (BBM) menuju elektrik (Electric Vehicle/EV).

Dalam rangka mendorong akselerasi transportasi konvensional menuju elektrik, sejumlah peraturan presiden dan instruksi presiden pun telah diterbitkan untuk menjadi landasan dan bukti konkret atas komitmen pemerintah untuk mempercepat transformasi EV.