Wapres Sayangkan Ekspor Makanan Halal Indonesia Masih Kecil

Foto : istimewa

Pasardana.id - Wakil Presiden (Wapres), Ma'ruf Amin menyayangkan, posisi Indonesia sebagai negara muslim terbesar, namun industri halalnya belum cukup besar.

Bahkan, untuk ekspor sektor makanan halal, masih di bawah Brasil dan India.

"Brasil membukukan nilai ekspor tertinggi ke negara-negara anggota OKI sebesar 16,5 miliar dolar AS, disusul ekspor dari India sebesar 15,35 miliar dolar AS," ujar Ma'ruf pada peresmian pembukaan Halal 20 melalui kanal YouTube Wakil Presiden RI, Kamis (17/11/2022).

Menurutnya, industri halal memiliki potensi yang besar di pasar global.

Pada 2021, transaksi umat muslim di dunia menembus 2 triliun dolar AS.

Bahkan, diproyeksikan pada 2025 angkanya bisa tembus 2,8 triliun dolar AS.

Meski demikian, Ma'ruf menambahkan, besarnya potensi produk halal di pasar global saat ini membuat banyak negara mulai memanfaatkannya.

Wapres berharap, Indonesia jangan hanya menjadi konsumen atau sekedar pasar dalam industri halal.

"Saya yakin ekonomi halal akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang dapat diandalkan dan diperhitungkan dalam upaya untuk pulih bersama, secara kuat dan inklusif," tuturnya.

Dia menegaskan, kalau jaminan produk halal tak sekadar untuk membidik peluang pasar halal global.

Lebih dari itu, turut andil bertanggung jawab dalam memberikan jaminan halal kepada konsumen di berbagai belahan dunia.

"Inilah yang menjadikan penyelenggaraan acara Halal 20 sangat strategis dan relevan," tegas Ma'ruf Amin.

Menurutnya, kegemaran akan produk halal bukan lagi sebatas berlandaskan pada kepatuhan ajaran agama.

Tren ini kini diperkuat dengan nilai-nilai filosofis baru, seperti kesadaran akan kesehatan, kebersihan, keberlanjutan, bahkan kesejahteraan dan keseimbangan alam.

Fenomena meningkatnya perdagangan produk halal antar negara turut membawa konsekuensi penting.

Utamanya dalam memberikan kontribusi terhadap perekonomian.

"Sejumlah negara telah menikmati manfaat dan keuntungan dari volume perdagangan dan nilai transaksi produk halal antarnegara," ucapnya.