Masih Di Bawah Nilai Pasar, BBTN Dapat Tembus 2642

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Efek bersifat ekuitas PT Bank Tabungan Negara Tbk (IDX: BBTN) dinilai masih dibawah harga pasar atau undervalue jika diperhitungkan secara fundamental, terutama terkait dengan kebijakan pemerintah terkait industri properti dan rencana right issue.

Menurut Fundamental Analis PT Kanaka Hita Solvera, Raditya Krisna Pradana, secara fundamental, saham BBTN undervalue jika valuasi dari DCF (Discoiunt Cash Flow) di level 2220 sebagai target penguatan moderate dari saham BBTN. Sedangkan valuasi dari PBV di level 2642 dapat dijadikan sebagai target penguatan optimis dari saham BBTN.

“Kami menilai valuasi BBTN saat ini menarik. Pertama, PBV BBTN berada di bawah  1 atau sekitar 0,8 yang menandakan bahwa harga saham BBTN saat ini undervalue.. Kami menilai harga intrinsic BBTN saat ini berada di level 2220. Dibandingkan dengan harga saat ini (13/1) yang berada di level 1700,” papar dia kepada media, Jumat (14/1/2022).

Ia menambahkan, kinerja BBTN akan ditopang Keputusan pemerintah memperpanjang insentif pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pemerintah (DTP) untuk sektor properti pada periode Januari - Juni 2022.

“Kebijakan ini akan meningkatkan permintaan properti, ditambah pemulihan pertumbuhan ekonomi yang positif, kami yakini juga menjadi faktor penggerak sektor properti tahun ini yang berdampak positif kepada kinerja BBTN,” beber dia.

Pada sisi lain, lanjut dia, rencana penambahan modal melalui right issue juga dapat meningkatkan performa bisnis dan keuangan.

“Kami menilai dampak right issue bagi ekspansi bisnis BBTN cukup positif apalagi ditambah dengan pemulihan pertumbuhan perekonomian Indonesia,” pungkas dia.