Jepang Apresiasi Pemerintah Buka Kembali Keran Ekspor Batu Bara

Foto : istimewa

Pasardana.id - Pemerintah Jepang mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia yang telah membuat keputusan soal kapal pengangkut batu bara.

Hal tersebut disampaikan langsung Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang, Hagiuda Kochi saat bertemu dengan Menteri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan di Kantor Kemenko Marves, Jakarta, Selasa (11/01/2022).

"Saya berterima kasih sudah dijelaskan secara detail tentang rencana Pemerintah Indonesia soal rilis batu bara," kata Hagiuda Kochi.

Sebelumnya, Negeri Sakura itu memprotes kebijakan larangan sementara ekspor batu bara karena keputusan tersebut dapat mengganggu perekonomian.

Kedutaan Besar Jepang di Indonesia mengirimkan surat kepada pemerintah Indonesia agar batu bara berkalori tinggi, yang biasanya tidak digunakan untuk pembangkit listrik di Indonesia, tetap bisa dikirim ke negaranya.

Permintaan Jepang ini wajar, ketika diketahui bahwa Negeri Sakura ini sangat bergantung pada pasokan batu bara Indonesia. Setelah ditelusuri, ternyata Jepang merupakan negara tujuan ekspor batu bara terbesar ketiga Indonesia, setelah China dan India.

"Larangan ekspor yang begitu tiba-tiba berdampak serius terhadap aktivitas ekonomi di Jepang dan kehidupan masyarakat sehari-hari," sebut surat itu.

Sementara itu, hasil rapat koordinasi yang dilakukan kemarin, Luhut memberikan beberapa arahan, di antaranya membuka secara bertahap ekspor batu bara.

Sebanyak 14 kapal yang sudah memiliki muatan penuh batu bara dan sudah dibayar oleh pihak pembeli agar segera di-release (dilepas) untuk bisa ekspor.

Keputusan telah mempertimbangkan kondisi suplai batu bara yang sudah jauh lebih baik.

Lalu, dari pihak PLN pun telah menjelaskan, kekurangan pasokan batu bara sebanyak 2,1 juta MT sudah terpenuhi dari tambahan penugasan Dirjen Minerba pada 9 Januari 2022 dan akan diselesaikan perikatannya paling lambat 11 Januari 2022.

Kemudian terkait dengan kebutuhan armada untuk mengangkut batu bara sebagian telah terpenuhi.

Dari kekurangan armada sejumlah 18 vessel dan 211 tongkang, sudah terpenuhi sejumlah 11 vessel dan 187 tongkang.

Sisanya, masih dalam proses nominasi dan seluruhnya digaransi ketersediaannya oleh INSA, sesuai waktu dan lokasi yang telah ditentukan PLN.

Dengan terpenuhinya tambahan pasokan batu bara dan armada angkut, maka langkah-langkah intervensi pemerintah akan memberikan koreksi positif terhadap hari operasi (HOP) yang semula dalam kondisi krisis menjadi minimal 15 HOP dan untuk daerah yang jauh, di atas 20 HOP.