Nilai Saham Turun 25 Persen, BBNI Siapkan Rp1,7 Triliun Untuk Beli Kembali Saham Beredar

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Bank Negara Indonesia Tbk (IDX: BBNI) telah mengalokasikan dana sebesar Rp1,7 triliun untuk melakukan pembelian kembali atau buy back saham perseroan beredar di publik.

Melansir keterangan resmi emiten bank BUMN itu pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (21/7/2021) bahwa tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 tersebut membuat saham BBNI di bawah harga pasar atau undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0.75x atau telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60x.

Perseroan meyakini, hal itu lebih disebabkan oleh dampak negatif dari lonjakan kasus positif Covid-19 yang sedang terjadi dan kembali menembus level di atas 10 ribu kasus per hari sejak 17 Juni 2021, yang berakibat IHSG cenderung bergerak fluktuatif dan berdampak pada saham BBNI yang mengalami penurunan 25 persen ke level Rp4,630 per 30 Juni 2021.   

“Kami meyakini bahwa buy back saham ini  tidak mempengaruhi kondisi keuangan karena sampai dengan saat ini, perseroan mempunyai modal yang memadai untuk membiayai kegiatan usaha,” tulis manajemen BBNI.

Rencananya, aksi buy back saham BBNI akan dimulai tanggal 22 Juli hingga 21 Oktober 2021.

Hal itu sejalan dengan Peraturan OJK No. 2/POJK.04/2013 tentang Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan Oleh Emiten atau Perusahaan Publik Dalam Kondisi Pasar Yang Berfluktuasi Secara Signifikan ("POJK No. 2/POJK.04/2013") jo. Surat Edaran OJK No. 3/SEOJK.04/2020 tentang Kondisi Lain Sebagai Kondisi Pasar Yang Berfluktuasi Secara Signifikan Dalam Pelaksanaan Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan Oleh Emiten Atau Perusahaan Publik ("SEOJK No. 3/SEOJK.04/2020").