OJK Belum Prioritaskan Revisi Pelonggaran Nilai Buyback Saham AB

foto : istimewa

Pasardana.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah menunggu peraturan pelonggaran nilai beli saham anggota bursa (AB) dari nilai buku menjadi harga penawaran dengan insentif.

Pelonggaran itu akan diatur dalam peraturan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk menggantikan peraturan pemerintah.

Namun, jika dilihat dari rencana penerbitan peraturan OJK terkait pasar modal hingga semester II 2016, tidak terlihat rancangan terkait hal itu.

"Belum, kami masih membicarakan dengan BEI dan Anggota Bursa," jawab Kepala Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida, ketika ditanya hal tersebut di kantornya, Jakarta, Senin (27/6/2016).

Lebih lanjut Nurhaida menjelaskan, pihaknya masih menitikberatkan pada penyelesaian 10 rancangan peraturan OJK. Sepuluh peraturan itu; RPOJK tentang Agen Perantara Pedagang Efek (APPE); RPOJK tentang Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu; RPOJK tentang Laporan Tahunan Emiten dan Perusahaan Publik; RPOJK tentang Dana Investasi Real Estate Syariah Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif; RPOJK tentang Direksi dan Dewan Komisaris Bursa Efek; RPOJK tentang Direksi dan Dewan Lembaga Kliring dan Penjaminan; RPOJK tentang Direksi dan Dewan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian; RSEOJK tentang Bentuk dan Isi Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik; RSEOJK tentang Penyelenggara Program Pendidikan Lanjutan bagi Wakil Penjamin Emisi Efek dan Wakil Perantara Pedagang Efek; dan RSEOJK tentang Penyelenggara Program Pendidikan Lanjutan bagi Wakil Manajer Investasi.

Sebelumnya, Direktur PT Bursa Efek Indonesia mengemukakan akan terus mendorong pengguatan broker atau anggota bursa (AB). Salah satu caranya adalah dengan mendorong peningkatan MKBD (modal kerja bersih ditempatkan). Dalam upaya peningkatan MKBD itu, para AB diberi insentif bagi yang melakukan pengabungan.

Menurut dia, pihaknya telah menyiapkan dana untuk memberi insentif penggabungan AB dan pembelian kembali saham AB.

"Kalau yang merger kami siapkan Rp 10 miliar dan Rp 7 miliar untuk yang mengembalikan sahamnya ke BEI," kata dia.

Ia melanjutkan, untuk sementara BEI memiliki kemampuan pendanaan untuk memberi insentif kepada 40 AB yang akan melakukan merger dan pengembalian saham.

"Kami sementara hanya menyiapkan dana untuk merger 30-40 AB," terang dia.

Namun hingga saat ini, lanjut dia, belum ada AB yang menyatakan minat untuk merger atau mengembalikan sahamnya kepada BEI. Dan untuk melaksanakan niatan tersebut, pihaknya masih menunggu penerbitan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) untuk menggantikan Peraturan Pemerintah terkait tata cara penggembalian saham AB.

"Kalau Peraturan Pemerintah mengharuskan pembelian saham anggota AB, harus menggunakan nilai buku senilai Rp 135 juta. Kalau nilainya segitu AB tidak ada yang mau," ujar dia.

Adapun rencana penguatan AB itu, akan diiringi dengan pelonggaran transaksi margin. Dimana AB dengan MKBD Rp 250 miliar dapat melakukan transaksi margin terhadap 195 saham.

"AB banyak yang bertanya, kalau kami melakukan penguatan modal apa yang kami dapat?" ungkap dia.