Akibat Varian Delta, Goldman Sachs Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Asia Tenggara

foto: istimewa

Pasardana.id - Tingginya jumlah kasus baru virus Corona (COVID-19) yang disebabkan varian delta menyebabkan Goldman Sachs memangkas proyeksi pertumbuhan GDP negara-negara di Asia Tenggara untuk tahun 2021 ini.

Seperti dilansir CNBC, Kamis (15/7/2021), GDP Indonesia diperkirakan hanya akan meningkat 3,4 persen tahun ini, turun dari perkiraan sebelumnya pertumbuhan 5 persen.

Negeri jiran Malaysia diperkirakan hanya tumbuh 4,9 persen, turun dari perkiraan sebelumnya pertumbuhan 6,2 persen. Pertumbuhan Filipina hanya 4,4 persen, turun dari perkiraan sebelumnya 5,8 persen.

Pertumbuhan Thailand hanya 1,4 persen, turun dari ekspektasi sebelumnya pertumbuhan 2,1 persen. Pertumbuhan Singapura hanya 6,8 persen, turun dari ekspektasi sebelumnya pertumbuhan 7,1 persen.

Rendahnya tingkat vaksinasi di Asia Tenggara turut berkontribusi terhadap tingginya jumlah kasus baru COVID-19.

Singapura dengan tingkat vaksinasi tertinggi di kawasan Asia Tenggara dengan 41 persen. Malaysia 12,4 persen, Indonesia 5,7 persen, sedangkan Thailand dan Filipina di bawah 5 persen.

Tingginya jumlah kasus baru COVID-19 menyebabkan pengetatan aturan pembatasan sosial yang tentunya menghambat proses pemulihan ekonomi.