Kemenhub Lakukan Riset Pengembangan Transportasi Strategis di Maluku

Foto : istimewa

Pasardana.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) bersama Universitas Pattimura (Unpatti) di Ambon dan Dinas Perhubungan Provinsi Maluku melakukan riset pengembangan transportasi di Timur Indonesia di Provinsi Maluku.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut dan SDP Balitbnghub Gunung Hutapea mengatakan, beberapa isu strategis yang berada di Maluku, salah satunya adalah pembangunan Ambon New Port.

Dia menilai, pembangunan tahap pertama pelabuhan sebesar 400 meter tersebut perlu pengamatan lebih lanjut.

"Pembangunan tahap satu ini memang perlu diuji dulu seberapa besar kapasitas eksistingnya. Bila produksinya melebihi dari ekspektasi, pasti tahap kedua akan dibangun lagi,” kata Gunung dalam pernyataan tertulis yang diterima pada Minggu (20/6/2021).

Gunung menilai, dalam menggali potensi-potensi kolaborasi, perlu ada koordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Maluku ataupun masukan dari Unpatti.

Untuk itu, Balitbanghub juga berkoordinasi dengan pemerintah setempat.

"Ini memang harus kolaborasi pemangku kepentingan setempat. Karena apa yang yang dibicarakan di sini nantinya akan dilaksanakan di wilayah Maluku," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, Mochammad Malawat mengatakan bahwa Pelabuhan Perikanan adalah yang pertama dibangun di Ambon New Port.

Untuk Pelabuhan perikanan tersebut, sudah ada perjanjian antara Menteri Perhubungan dengan Menteri KKP, itu posisinya untuk Ambon New Port.

Selain itu, isu strategis lainnya yang kami ada diskusikan dengan tim Balitbanghub adalah terkait penerbangan perintis.

"Pada 2021, kami (Maluku) mendapat tambahan 4 rute udara untuk penerbangan perintis. Selain itu, dengan adanya usulan Istana Mini di Banda Neira menjadi Istana Presiden, maka perlu ada upaya perpanjangan runway bandara di Banda Neira, yang semula 960 meter, menjadi 1400 meter. Hal ini membutuhkan kajian kolaborasi antara Balitbanghub, Unpati, dan Dinas Perhubungan Provinsi. Tentunya Seaplane juga menjadi perhatian kami selanjutnya," katanya.

Sedangkan Rektor Unpatti, Saptenno mendukung pengembangan penelitian dan kolaborasi riset transportasi yang dilakukan bersama Balitbanghub.

Menurutnya kunjungan ini menjadi penting, karena dapat menjadi wadah untuk menggali potensi-potensi kolaborasi penelitian.

"Dengan kunjungan ini kami dapat menyampaikan informasi berbagai isu strategis seputar perhubungan di Maluku, ini penting karena kedepan ada proyek - proyek nasional yang akan datang di Maluku, misalnya Lumbung Ikan Nasional, Ambon New Port, serta Blok Masela, yang membutuhkan infrastruktur perhubungan yang baik, aman, dan melayani masyarakat," tutupnya.