BBRM Akan Gabungkan 3 Jadi 2 Saham, Lanjut Dengan Right Issue 4,901 Miliar Saham

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id -  PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (IDX: BBRM) berusaha melunasi utang senilai USD7.354.362 kepada kreditur awal Bank UOB dan saat ini telah dialihkan kepada Marcopolo Ltd.

Mengutip keterangan prospektus emiten pelayaran Minyak dan Gas (Migas) ini pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (10/6/2021) bahwa aksi korporasi yang akan dilakukan itu didahului dengan pengabungan nilai nomimal saham dari 3 saham jadi 2 saham dan disusul dengan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue dengan melepas sebanyak 4.901.929.637 lembar saham baru.

Dijelaskan, perseroan memiliki utang senilai USD7,354 juta untuk pembelian kapal MP Prevail. Karena saat ini utang itu telah dipegang oleh Marco Polo Marine Ltd, maka hampir seluruh armada perseroan diserahkan. Sehingga berdampak pada penurunan pendapatan perseroan.

Untuk itu, perseroan telah menandatangani perjanjian jual beli kapal MP Perkasa dan MP Pride dengan Marco Polo Offshore senilai USD14 juta.

Langkah itu mewajibkan perseroan melakukan pengabungan harga saham karena dari hasil penilaian Kantor Jasa Penilai Publik, disebutkan bahwa nilai pasar per lembar saham perseroan hanya Rp32,55.

“Pelaksanaan penggabungan nilai saham (Reverse Stock) ini merupakan hal yang essensial untuk dilakukan dalam rangka suksesnya rencana pelaksanaan PMHMETD Perseroan,” tulis manajemen BBRM.

Sebelum pelaksanaannya, perseroan meminta persetujuan pemodal dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 19 Juli 2021.

Setelah itu, perseroan akan menggelar right issue dengan melepas sebanyak 4.901.929.640 lembar saham baru bernominal Rp50 per lembar saham dan harga pelaksanaan Rp50 per lembar.

Adapun PT Marco Polo Indonesia selaku Pemegang Saham Utama dengan kepemilikan sebesar 34,80 persen akan melaksanakan HMETD yang menjadi haknya.

Namun Marcopolo menyetor dalam bentuk konversi utang perseroan sebesar USD 14 juta atas pembelian kapal MP Perkasa dan MP Pride dan dalam bentuk tunai dengan tujuan penggunaan dana untuk melakukan pembelian satu Kapal MP Endurance dari Marco Polo Marine Ltd sebesar USD 1.5 juta  

Sedangkan, Nam Cheong Pioneer Sdn Bhd dengan kepemilikan sebesar 29,8 persen dan PT Sinar Bintang Makmur dengan kepemilikan sebesar 17,76 persen telah menyatakan tidak akan mengambil bagian atas HMETD. Hak itu dialihkan kepada PT Marco Polo Indonesia.

Hasilnya, PT Marco Polo Indonesia menguasai 72,47 persen saham perseroan dari sebelumnya 34,80 persen.