Dua Hari Paska Lebaran, PT KCI Sebut Penumpang KRL Naik 14 Persen

Foto : istimewa

Pasardana.id - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menetapkan sejumlah kebijakan untuk mengantisipasi desak-desakan penumpang KRL atau commuter line di masa pemberlakuan larangan mudik.

Menurut VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba, pola pergerakan para pengguna KRL selama musim libur Lebaran berbeda dengan hari-hari biasa.

Volume pengguna KRL pada Sabtu (15/5) kemarin tercatat 328.495 pengguna atau meningkat 14 persen dibanding hari sebelumnya yang mencapai 287.471 orang.

"Pengguna yang kebanyakan bukan pengguna rutin dan bepergian bersama keluarga atau kerabat cenderung mulai menggunakan KRL pada siang hari," kata Anne dalam keterangan pers, Jakarta, Minggu (16/5).

Data KAI Commuter pada 12-14 Mei 2021 menunjukkan pergerakan pengguna mulai meningkat sejak pukul 09.00 - 11.00. Lalu kembali ramai pukul 17.00 - 19.00. Namun kondisi sore jelang malam tidak seramai pada siang hari.

Karena itu, Anne menyarankan agar para pengguna sebaiknya tidak melakukan perjalanan pada jam-jam tersebut.

Untuk mengetahui informasi kepadatan stasiun juga dapat dilihat melalui aplikasi KRL Access.

"Para pengguna kami sarankan untuk merencanakan perjalanannya dengan lebih baik dan menggunakan KRL di luar jam-jam tersebut agar terhindar dari potensi kepadatan," kata dia.

KCI juga menyiapkan tambahan perjalanan KRL ke rute-rute lainnya bila terjadi potensi kepadatan penumpang.

Selanjutnya, petugas di stasiun maupun di dalam kereta akan memperketat pengawasan terhadap jumlah kuota penumpang.

Petugas segera menutup pintu-pintu KRL bila kondisi di dalam gerbong telah terisi penuh sesuai kuota, meski kereta masih menunggu waktu keberangkatan.

KCI meminta penumpang menunggu jadwal kereta selanjutnya seumpama pintu telah tertutup.  

Meskipun mengalami peningkatan dari segi volume keseluruhan, jumlah pengguna KRL pada masa libur Lebaran ini masih di bawah volume pada hari-hari kerja yang mencapai sekitar 400.000 pengguna.

Untuk antisipasi penyebaran Covid-19 di tengah peningkatan jumlah pengguna pada Sabtu dan Minggu (15-16 Mei), KAI Commuter melaksanakan tes antigen Covid-19 secara acak kepada para pengguna KRL di empat stasiun yang jumlah penggunanya cukup banyak selama masa libur lebaran ini.

Tes antigen tersebut dilakukan di Stasiun Manggarai, Bogor, Bekasi, dan Tangerang.

Tes antigen acak dilakukan sebelum pengguna bertransaksi untuk membeli tiket ataupun tap masuk di gate elektronik stasiun.

Bagi para pengguna yang hasilnya negatif akan dipersilakan melanjutkan perjalanan dengan KRL.

Sementara para pengguna yang hasilnya positif akan tidak diizinkan naik KRL dan datanya dilaporkan ke satgas Covid-19 setempat.

KAI Commuter mengajak para calon pengguna yang ingin memeriksakan diri untuk secara sukarela dapat menjalani tes ini.

"Para pengguna yang ditunjuk secara acak oleh petugas juga kami minta dapat mengikuti tes untuk kesehatan diri sendiri dan sesama pengguna KRL," tegas Anne.

Adapun langkah tersebut diambil setelah perusahaan memperoleh kritik dari Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Kritik ini muncul setelah ada pernyataan dari para penumpang bahwa mereka berdesak-desakan di dalam kereta dan tidak ada penjaga.

"Karena itu, saya perintahkan kepada PT KCI untuk lebih profesional untuk mengawal prokes pergerakan aglomerasi. Ini pelajaran mahal, bagaimana begitu banyak orang tapi tidak dikontrol, bagaimana orang masuk kereta lebih dari 70 orang dan tidak diberikan kontrol yang baik," ujar Menhub Budi.