Wall Street Melemah Dipicu Kekhawatiran Inflasi

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street melemah pada Senin (10/5/2021) dipicu kekhawatiran inflasi yang membuat para investor beralih dari saham dengan pertumbuhan tinggi ke saham siklikal.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, turun 34,94 poin, atau sekitar 0,10 persen, menjadi 34.742,82. Indeks S&P 500 merosot 44,17 poin, atau sekitar 1,04 persen, menjadi 4.188,43. Indeks komposit Nasdaq terjun 350,38 poin, atau sekitar 2,55 persen, menjadi 13.401,86.

Kekhawatiran inflasi diharapkan bersifat sementara dan sangat terpengaruh perkembangan ekonomi AS. Para investor menantikan dirilisnya laporan CPI oleh Departemen Tenaga Kerja AS pada Rabu (12/5/2021).

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Juni 2021 naik 0,3 persen menjadi US$1.837,60 per ons. Indeks dolar AS naik 0,06 persen menjadi 90,27.

Bursa saham Eropa menguat pada Senin, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 0,1 persen, seiring meningkatanya saham sektor pertambangan.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 6,03 poin, atau sekitar 0,09 persen, menjadi 7.123,68. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 0,76 poin menjadi 15.400,41.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, menanjak 85,10 poin, atau sekitar 0,94 persen, menjadi 9.144,30. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 0,48 poin menjadi 6.385,99.

Nilai tukar pound sterling menguat 1,1 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,4138 per pound. Terhadap euro, nilai tukar pound menguat 1 persen menjadi 1,1620 euro per pound.