Wall Street Melemah Jelang Perilisan Data Inflasi AS

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street melemah pada Rabu (9/6/2021) jelang perilisan data inflasi Amerika Serikat.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, turun 152,68 poin, atau sekitar 0,44 persen, menjadi 34.447,14. Indeks S&P 500 melemah 7,71 poin, atau sekitar 0,18 persen, menjadi 4.219,55. Indeks komposit Nasdaq melorot 13,16 poin, atau sekitar 0,09 persen, menjadi 13.911,75.

Para investor mengkhawatirkan peningkatan inflasi dapat memicu pengetatan kebijakan moneter oleh Federal Reserve AS sehingga berdampak buruk terhadap pasar modal.

Departemen Tenaga Kerja AS akan merilis data consumer price index (CPI) pada Kamis (10/6/2021). Data tersebut memberikan gambaran tingkat inflasi di AS seiring berlangsungnya pemulihan permintaan.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik jelang perilisan data inflasi AS. Harga emas untuk pengiriman Juli 2021 naik 0,1 persen menjadi US$1.895,50 per ons.

Peningkatan harga emas berjangka terbatasi penguatan dolar AS, dengan angka indeks naik 0,06 persen menjadi 90,13.

Bursa saham Eropa menguat pada Rabu, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 0,1 persen, seiring mulai pulihnya saham sektor perjalanan dengan berlangsungnya pelonggaran pembatasan sosial di Benua Biru.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 14,08 poin, atau sekitar 0,20 persen, menjadi 7.081,01. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melemah 59,46 poin, atau sekitar 0,38 persen, menjadi 15.581,14.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 2,50 poin menjadi 9.156,10. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, meningkat 12,44 poin, atau sekitar 0,19 persen, menjadi 6.563,45.

Nilai tukar pound sterling melemah 0,3 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,411 per pound. Terhadap euro, nilai tukar pound melemah 0,4 persen menjadi 1,1582 euro per pound.