Tambah Usaha Tambang Bijih Besi, PTDU Incar Laba Rp38 Miliar Pada Tahun 2022

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Djasa Ubersakti Tbk (IDX: PTDU) menargetkan laba bersih sebesar Rp38,53 miliar pada tahun 2022 dan sebesar Rp76,68 miliar tahun 2023.

Tapi di tahun 2021, perseroan akan mengalami kerugian senilai Rp2,53 miliar.

Target itu berdasarkan laporan penilaian Kantor Jasa Penilai Publik atas rencana penambahan bidang usaha kontraktor penambangan biji besi di Sulawesi Tenggara yang diunggah oleh emiten kontraktor bangunan itu pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (14/4/2021).

Adapun jika PTDU tetap hanya menggeluti bidang kontraktor bangunan, maka di tahun 2021 ditargetkan meraih laba sebesar Rp5,342 miliar, tahun 2022 meraih laba sebesar Rp31,59 miliar dan Rp69,54 miliar di tahun 2023.

Dengan kata lain, perseroan mengharapkan adanya pertumbuhan laba 21,96 persen pada tahun 2022 dan 10,26 persen tahun 2023 jika melakukan penambahan kegiatan usaha, dibanding laba bersih tanpa penambahan usaha.

Adapun laba itu diperoleh dari tambahan penjualan bijih besih senilai Rp47,37 miliar di tahun 2021. Di tahun 2022 meningkat menjadi Rp96,77 miliar dan di tahun 2023 mencapai Rp99,68 miliar.

Guna menggeluti bidang penambangan bijih besi di Sulawesi Tengah itu, perseroan membutuhkan tambahan dana berupa penyewaan alat sebesar Rp622,6 juta per bulan dan Rp113 juta untuk biaya karyawan per bulan.

Kebutuhan tambahan dana tersebut akan diambil dari kas internal emiten yang baru tercatat di papan pengembangan BEI tanggal 8 Desember 2020 lalu.