Penuhi Anggaran Vaksinasi, Dana PEN 2021 Naik Lagi

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Pemerintah menaikkan anggaran penanganan Covid-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) menjadi sebesar Rp 627,9 triliun.

Ini artinya, anggaran PEN melonjak hampir 2 kali lipat dari pagu semula di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2021 yakni sebesar Rp 372,3 triliun.

Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara, Kementerian Keuangan, Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengungkapkan, pemerintah sengaja menambah alokasi anggaran ini untuk memenuhi anggaran vaksinasi virus corona dan penciptaan lapangan kerja.

"Yang paling besar bertambahnya adalah kesehatan, di mana untuk vaksinasi sendiri kita sudah tambahkan hampir mencapai Rp70 triliun," ujar Kunta dalam webinar Percepatan Ekonomi Sosial, Minggu (07/2/2021).

Sementara itu, merujuk kesepakatan atas anggaran PEN antara Pemerintah dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), semua anggaran PEN hanya Rp 372,3 triliun, lalu berturut-turut berubah. Maka, dengan kenaikan anggaran ini, artinya anggaran PEN sudah naik 4 kali sejak awal tahun 2021 atau hanya 2 bulan saja.

Yang pertama, pada  4 Januari 2021, anggaran PEN naik menjadi Rp 403,9 triliun. Kedua, pada 26 Januari 2021 menjadi Rp 533,09 triliun.

Kemudian, pada 3 Februari 2021 naik lagi menjadi Rp 619 triliun. Kini, pada tanggal 5 Februari 2021, naik lagi menjadi Rp 627,9 triliun.

Menanggapi hal tersebut, Kunta menjelaskan, bahwa anggaran bertambah cukup besar karena pemerintah mendukung bidang kesehatan tahun ini.

Alokasinya mencapai Rp 133,07 triliun dengan Rp 70 triliun di antaranya adalah anggaran untuk vaksinasi.

Disebutkan bahwa, alokasi anggaran vaksinasi ini meningkat karena pemerintah tak hanya harus memenuhi kebutuhan anggaran pengadaan vaksin, tapi juga sarana dan prasarana. Begitu juga dengan insentif untuk tenaga kesehatan.

“Itu bukan hanya beli vaksin tapi juga distribusinya, rantai dinginnya dan alat prasarananya,” katanya.

Jika dirinci, jelasnya, dana itu akan dialokasikan untuk pengadaan dan operasional vaksin Covid-19, sarana dan prasarana serta alat kesehatan, biaya klaim perawatan, insentif tenaga kesehatan dan santunan kematian, serta untuk bantuan iuran BPJS Kesehatan untuk PBPU/BP.

Selain itu, dana juga akan digunakan untuk peningkatan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sektor kesehatan, serta insentif perpajakan kesehatan, termasuk pemberian insentif bebas pajak penghasilan (PPh) dan bea masuk untuk pembelian vaksin.

Tak hanya untuk tambahan dana sektor kesehatan, Kunta menyatakan, penambahan anggaran juga untuk penciptaan lapangan kerja guna mendongkrak pemulihan ekonomi.

Salah satunya untuk program padat karya di berbagai kementerian/lembaga.

"Kenaikan signifikan di program prioritas, karena kita ingin mendorong, terutama padat karya untuk menggerakkan penciptaan tenaga kerja supaya itu bisa berjalan," tambah dia.

Program padat karya sendiri masuk dalam kategori pengeluaran PEN untuk program prioritas. Pagunya juga naik dua kali lipat dari Rp66,59 triliun pada PEN 2020 menjadi Rp141,36 triliun pada tahun ini.

Tak hanya untuk padat karya, alokasi anggaran program prioritas juga diberikan untuk mendukung sektor pariwisata, ketahanan pangan (food estate), pengembangan ICT, pinjaman ke daerah dan subsidi pinjaman daerah, kawasan industri, hingga program prioritas lainnya.