Menaker Ida Upayakan Penyaluran Sisa BSU Gelombang II Bakal Cair 2021

Foto : istimewa

Pasardana.id - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Ida Fauziyah mengungkapkan bahwa masyarakat penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang belum mendapatkan penyaluran bantuan untuk program anggaran tahun 2020 tetap diusahakan bakal menerimanya di tahun 2021.

Dijelaskan, untuk kepastian penyaluran BSU itu, masyarakat penerima bantuan harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan, agar pihaknya dapat mengajukan kembali anggaran Bantuan Subsidi Upah tersebut ke Kementerian Keuangan.

"Ada sedikit yang kemarin (anggaran BSU) karena kita tutup buku, harus dikembalikan kepada kas negara. Jika memang sudah memenuhi syarat, kami akan ajukan kembali ke Kementerian Keuangan untuk bisa diproses berikutnya," kata Menaker Ida Fauziyah kepada awak media, di Jakarta, Rabu (17/2/2021).

Dia mengungkapkan kepastian masyarakat penerima BSU di tahun anggaran 2020 tersebut, karena pada akhir tahun 2020 penerima bantuan belum mencapai 100 persen.

Namun dalam perkembangannya hingga saat ini, lanjut Ida, untuk realisasi penyaluran Bantuan Subsidi Upah telah hampir memenuhi target penyaluran.

"Realisasi kita sudah 98.92 persen jadi sudah hampir 100 persen," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menaker Ida juga memastikan bahwa tidak ada rencana pengadaan BSU pada 2021 dengan pemerintah akan mengandalkan Kartu Prakerja untuk memberikan bantuan bagi pekerja terdampak pandemi Covid-19.

Ida menyoroti bagaimana Kartu Prakerja juga memiliki insentif selain dana bantuan untuk mendapatkan pelatihan. Kementerian Ketenagakerjaan juga menjadi bagian dari program tersebut, meski pelaksanaanya berada di bawah Kemenko Perekonomian.

"Program-program lain seperti BSU misalnya Kartu Prakerja yang di dalamnya memang ada insentif yang nilainya sama Rp600.000 selama empat bulan itu tetap ada dan alokasinya masih cukup besar," tegas Ida.

Lebih lanjut Ida mengatakan, alokasi kartu pra kerja sebesar Rp 20 triliun, sehingga program kartu prakerja disamping untuk meningkatkan kompetensi, juga ada insentif yang diberikan kepada para peserta.

“Ini akan lebih banyak menyasar pencari kerja, mereka yang di PHK, mereka yang dirumahkan yang menjadi peserta,” kata Ida.

Sebelumnya diberitakan, untuk penyaluran Bantuan Subsidi Upah pada 2020 sebagai bentuk bantuan subsidi upah pekerja yang berpendapatan Rp5 juta ke bawah di tengah pandemi Covid-19, dibagi ke dalam dua gelombang atau termin.

Untuk termin pertama yang disalurkan pada Agustus-September 2020, pemerintah telah menyalurkan BSU kepada 12.293.134 orang.

Sementara untuk gelombang kedua yang dilakukan pada November-Desember 2020, telah disalurkan kepada 12.244.169 masyarakat penerima BSU.